Hujan Sejak Pagi, Ketinggian Pintu Air Naik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Badan SAR Nasional memantau status ketinggian air di pintu air Katulampa yang meningkat menjadi ketinggian 160 cm di Bogor, Jawa Barat (17/1). TEMPO/Subekti.

    Badan SAR Nasional memantau status ketinggian air di pintu air Katulampa yang meningkat menjadi ketinggian 160 cm di Bogor, Jawa Barat (17/1). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan yang mengguyur Jakarta sejak Rabu pagi, 12 Maret 2014, membuat ketinggian air di sejumlah pintu air meningkat. Misalnya, Pintu Air Karet yang mengalami kenaikan signifikan dari 420 sentimeter pada pukul 07.00 WIB menjadi 470 sentimeter pukul 08.00. Akibatnya, statusnya ditingkatkan menjadi siaga tiga. (Baca: Hujan Lebat, Warga Dihimbau untuk Waspada)

    Tak hanya di Karet, peningkatan juga terjadi Pintu Air Manggarai, dari 6,9 meter menjadi 7,4 meter; Cipinang Hulu, dari 80 sentimeter menjadi 1 meter; Sunter Hulu, dari 55 sentimeter menjadi 75 sentimeter; Pulo Gadung, dari 3,65 meter menjadi 4,95 meter; dan Pasar Ikan, dari 1,69 meter menjadi 1,86 meter.

    Meski ketinggian air di pintu air meningkat, air di hulu tidak mengalami peninggian. Ketinggian air di dua pintu air di Depok dan Bogor konstan. Sedangkan ketinggian air di Katulampa tetap 40 sentimeter hingga pukul 08.00. Dan di Bogor, ketinggian air masih 115 sentimeter. Kedua status pintu air tersebut pun masih siaga empat.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi hujan turun sepanjang hari. Hujan diperkirakan terjadi sejak pagi di belahan utara Jakarta. Skala hujan mulai meningkat pada siang di selatan Jakarta dan wilayah pengitarnya.

    Atas kondisi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sudah mengeluarkan peringatan dini. Pemantauan cuaca juga bakal terus dilakukan dan perkembangannya akan disampaikan tiap jam hingga cuaca kembali stabil. (Baca juga: Hujan Lebat, Ini Titik Genangan di Jakarta)

    M. ANDI PERDANA


    Terpopuler:
    Anaknya Ditangkap, Ibu Pembunuh Ade Sara Ada di Kalimantan 
    Pembunuh Ade Sara Sering Mencuit Makian Kasar 
    Hafitd, Pembunuh Ade Sara, Tidak Pernah Dibesuk

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.