Anas Effendi Ingin Adipura untuk Jakarta Barat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anas Efendi. TEMPO/Aditia Noviasyah

    Anas Efendi. TEMPO/Aditia Noviasyah

    TEMPO.CO , Jakarta:- Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi mengatakan pihaknya akan membenahi dan menertibkan daerah yang kotor dan tak teratur. Tujuannya, ia menargetkan wilayahnya meraih piala Adipura tahun ini. "Kami harus dapat Adipura," kata Anas di kantornya, Rabu, 12 Maret 2014.

    Anas merupakan Wali Kota Jakarta Barat yang baru. Ia yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah dipilih menggantikan Fatahillah yang dimutasi menjadi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik pada 12 Februari 2014.

    Tahun lalu, Jakarta Barat gagal meraih piala bergengsi dari Kementerian Lingkungan Hidup bagi kota paling bersih dan tertata rapi di Indonesia. Untuk itu, Anas meminta anak buahnya menjaga kebersihan di wilayahnya masing-masing. Wilayah kota, kata dia, harus bebas dari iklan yang ditempel sembarangan di tiang listrik dan tembok.

    Selain itu, Anas menyarankan para camat dan lurah menyediakan stok cat putih untuk merapikan daerah-daerah yang banyak terdapat coretan. Di Jakarta Barat, daerah yang dimaksud di antaranya Palmerah dan di sekitar Inkopad.

    Ia juga memerintahkan bawahnnya untuk mendata ulang daerah yang masih semrawut dan kotor. Setelah dipilah, permasalahan di daerah tersebut akan diselesaikan menurut wewenang yang membawahinya agar masa penyelesaiannya lebih efisien dan singkat. "Kalau yang masih bisa diselesaikan oleh lurah, ya lurah yang menyelesaikan," kata dia.


    LINDA HAIRANI

    Topik terhangat:
    Ade Sara | Malaysia Airlines | Kasus Century | Jokowi | Anas Urbaningrum

    Terpopuler
    Siapa Bimo Putranto, Eks Tim Sukses Jokowi 
    Twitter: Foto dan Video Lebih Banyak Dapat Retweet 
    Michael Schumacher Tunjukkan Tanda Membaik
    Cerita Sopir Derek Temukan Jasad Ade Sara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.