Nyekar Bung Karno pada Hari Kerja, Jokowi Tak Etis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri bersama Kader PDIP Joko Widodo (Jokowi) dalam satu mobil usai menutup Rakernas PDIP di Ancol, Jakarta, (8/9). TEMPO/Dasril Roszandi

    Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri bersama Kader PDIP Joko Widodo (Jokowi) dalam satu mobil usai menutup Rakernas PDIP di Ancol, Jakarta, (8/9). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Djohermansyah Djohan mengatakan Gubernur DKI Joko Widodo tak etis lantaran absen pada Rabu lalu dari tugasnya sebagai kepala daerah. "Kepala daerah harus bercokol atau blusukan di territory-nya. Jangan 'ngelayap' di luar wilayahnya," kata Djohan saat dihubungi pada Kamis, 13 Maret 2014. (Baca: Jokowi Mengaku Ziarah ke Bung Karno Mendadak)

    Rabu, 12 Maret 2014, Jokowi ikut Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati menyekar ke pusara Bung Karno di Blitar. Djohan mengatakan akan memeriksa lagi apakah Jokowi ada keperluan dinas atau tidak. Jadi, statusnya di Blitar, Jawa Timur, hanya mampir setelah menjalani tugas. "Jika benar ada dinas, Jokowi tak salahi etika," ujarnya. Eloknya, kata dia, Jokowi menyekar pada hari libur saja. "Agar tak mengganggu tugasnya." (baca: Arti Jawaban Jokowi Soal 'Saya Titip Jakarta')

    Menurut Djohan, Jokowi kemarin tidak muncul dalam acara Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia di Surabaya, yang diadakan pula acara makan bersama dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    Pada agendanya kemarin, Jokowi juga tak mencantumkan hendak ke mana. Padahal, awak media telah menunggu mantan Wali Kota Surakarta ini di kantornya lantaran mobil dinas Jokowi masih terparkir. Kata Djohan, meskipun Jokowi terbukti lalai dari tugasnya, Kementerian dalam Negeri tak bisa melakukan tindakan. Ini karena bolosnya Jokowi tak berkaitan dengan kampanye. "Yang bisa menindak adalah publik yang memilihnya," katanya. (baca:Ditanya Capres, Jokowi Usap Muka)

    Rombongan Megawati tiba di kompleks makam Bung Karno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, pada Rabu, 11 Maret 2014, sekitar pukul 13.00 WIB. Didampingi putrinya, Puan Maharani, Megawati langsung masuk ke dalam makam begitu keluar dari dalam kendaraan. Bersama mereka, tampak Wakil Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Djarot Syaiful Hidayat, Bambang D.H., Edi Rumpoko, Sirmadji, dan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar. Setelah seluruh rombongan berada di dalam makam, sosok Jokowi turun dari dalam mobil yang berada di urutan paling buncit. Dia bergegas menyusul Megawati ke dalam makam yang dijaga ketat aparat kepolisian tanpa bersedia memberi pernyataan.

    Dari luar pagar makam berjarak 50 meter, tampak Megawati duduk berdampingan dengan Jokowi di sebelah kiri makam Bung Karno. Mereka tampak khusyuk saat berdoa di pusara Bung Karno. Setelah berdoa, Mega terlihat berbincang serius dengan Jokowi di depan pusara ayahnya. (Baca: Nyekar Bung Karno, Jokowi Absen Makan dengan SBY)

    MUHAMMAD MUHYIDDIN


    Berita terkait:
    Deklarasi Pencapresan Jokowi 20 Maret? 
    Jokowi Soal Target Suara PDIP di Pemilu 2014
    Arti Jawaban Jokowi Soal 'Saya Titip Jakarta' 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.