Cuitan Pembunuh Ade Sara Hilang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akun Twitter Ahmad Imam Al-Hafitd tersangka pembunuh Ade  Sara. Twitter.com

    Akun Twitter Ahmad Imam Al-Hafitd tersangka pembunuh Ade Sara. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tweet-tweet tersangka pembunuhan Ade Sara, Ahmad Imam Al Hafidt, mendadak hilang. Kini di akun Twitter @HafidtASO hanya terdapat satu tweet saja.

    Saat diakses oleh Tempo pada Kamis, 13 Maret 2014 pukul 09.50 WIB, akun Twitter milik Hafidt hanya mencuit satu kali, yaitu kata "Nuhun". Cuitan itu tercatat ditulis pada 8 Maret 2014 pukul 12.52 WIB. Sebelumnya, telah tercatat akun tersebut pernah mencuit sebanyak 15.200 kali.

    Selain itu, jumlah followers dan following-nya pun tampak berkurang. Saat ini hanya ada tujuh following dan 152 followers. Foto dan wallpaper akun tersebut pun diganti. Sebelumnya, Hafidt menggunakan fotonya bersama dengan kekasihnya, Assyifa Ramadhani, sebagai profile picture. Saat ini, fotonya diganti menjadi foto Hafidt sendiri saat diperiksa Kepolisian. (Baca:Dua Pembunuh Ade Sara Hapus Twitternya)

    Padahal sebelumnya, di akun Twitter tersebut Hafidt sempat mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Ade Sara. "Ya Allah, Innalilahiwainalilahirajiun.. Semoga diterima disisi nya ya Tuhan, maafkan kesalahan", cuit akun @HafitdASO pada Rabu, 5 Maret 2014. Belakangan diketahui, Hafidt sendiri yang membunuh Ade Sara bersama Assyifa.

    Sepasang kekasih tersebut kini telah ditahan oleh pihak Kepolisian. Kasus ini sendiri telah dilimpahkan ke Kepolisian Daerah Metro Jaya.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita Terpopuler
    Di Pelukan Ibu Ade Sara, Dua Wanita ini Menangis Minta Maaf
    Orang Tua Hafitd dan Assyifa ke Rumah Ade Sara
    Ahok Tak Mau Bertemu Bimo Empat Mata


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.