Mia Nuraini, Korban Pembunuhan Dikenal Periang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keenam pelaku ditampilkan saat rilis pengungkapan kasus pengeroyokan yang mengakibatkan kematian di Polsek Cilandak, Jaksel (13/3). Pengeroyokan yang dilakukan oleh enam orang di depan Terogong Residence Rabu dini hari tersebut menewaskan Mia Nuraini serta mengakibatkan dua rekannya mengalami luka parah. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Keenam pelaku ditampilkan saat rilis pengungkapan kasus pengeroyokan yang mengakibatkan kematian di Polsek Cilandak, Jaksel (13/3). Pengeroyokan yang dilakukan oleh enam orang di depan Terogong Residence Rabu dini hari tersebut menewaskan Mia Nuraini serta mengakibatkan dua rekannya mengalami luka parah. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Remaja korban pembunuhan di Cilandak, Jakarta Selatan, Mia Nuraini, 16 tahun, dikenal warga sebagai anak yang periang. "Suka senyum dan sering ngobrol dengan tetangga," ujar Herianto, 39 tahun, warga Gandaria Utara, Jakarta Selatan, kepada Tempo, Jumat, 14 Maret 2014.

    Ia dalam seminggu terakhir pernah ngobrol dengan Mia soal aktivitasnya. "Dia cerita suka main ke warnet, ngapain aja di sana, biasanya download lagu," ujarnya.

    Hal ini dibenarkan oleh pemilik warnet yang biasa dikunjungi oleh Mia, Kasyah, 40 tahun. "Ia sama bapaknya sering ke sini. Saya pernah ngajarin gimana caranya download lagu," katanya. (Baca: Tragedi Ade Sara II)

    Ia menuturkan Mia memang kerap mampir di warnetnya hingga larut malam. Kadang ditemani ayahnya, tapi seringnya sendiri. Tak jarang, hampir larut malam, Mia dijemput oleh rekan-rekan prianya. "Baru pulang pagi," ujarnya.

    Soal rekan-rekan Mia, para tetangga dan keluarga tak ada yang mengenalnya. Sudah lebih dari setahun ia dikabarkan putus sekolah. "Katanya sih gitu, makanya bisa di sini sampai malam banget," ujar Kasyah.

    Ayahnya enggan menjelaskan soal ini. Kala ditemui Kamis malam, Haris, sang ayah, membenarkan anaknya tak lagi bersekolah. Namun menolak untuk memberi alasan. "Ya, makanya teman-temannya pun saya enggak kenal dari mana saja," ujar Haris. (Baca: Mia Dekat dengan Ayahnya)

    Mia bersama dua kawannya, Soni dan Surya Atmaja, pada Kamis dinihari lalu dikeroyok gerombolan anak bermotor. Delapan pelaku menggunakan empat sepeda motor memepet dua sepeda motor yang digunakan korban.

    Tanpa basa-basi, pelaku langsung menyiksa korban dengan gir besi, stik golf, dan bilah kayu. Ketiganya terluka. Mia menderita luka parah di kepala. Ia meninggal di RS Fatmawati.

    Enam dari pelaku sudah berhasil ditangkap polisi. Dua lainnya buron, salah satunya A, diduga sebagai mantan pacar korban yang merencanakan pengeroyokan itu.


    M. ANDI PERDANA

    Berita penting lain:
    Kiai Terlibat Video Asusila Buron
    Sturridge Suka Bentrok dengan Suarez
    Deklarasi Capres, Jokowi: Kira-kira...  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?