Kronologi Pembunuhan Mia Nuraini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keenam pelaku ditampilkan saat rilis pengungkapan kasus pengeroyokan yang mengakibatkan kematian Mia Nuaraini (16 tahun) di Polsek Cilandak, Jaksel (13/3). Petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa sepeda motor dan gir yang digunakan untuk mengeroyok korban. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Keenam pelaku ditampilkan saat rilis pengungkapan kasus pengeroyokan yang mengakibatkan kematian Mia Nuaraini (16 tahun) di Polsek Cilandak, Jaksel (13/3). Petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa sepeda motor dan gir yang digunakan untuk mengeroyok korban. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Mia Nuraini, 16 tahun, tewas mengenaskan setelah terkena pukulan menggunakan gir sepeda motor. Pelakunya adalah A, mantan pacar korban yang hingga kini masih menjadi buron kepolisian. Polisi pun sudah berhasil menangkap enam dari delapan pelaku yang diduga menjadi penyebab tewasnya Mia.

    Kepala Polsek Cilandak Kompol Sungkono, Kamis, 13 Maret 2014, mengungkapkan bagaimana peristiwa itu terjadi. Berawal dari kisah cinta antara Mia dan A. Hubungan percintaan mereka tidak bertahan lama dan keduanya sepakat untuk putus. Tak lama kemudian, Mia kembali berpacaran dengan laki-laki bernama Soni. Karena masih cinta, A pun cemburu dan menyimpan dendam kepada pasangan tersebut.

    A sempat terlibat cekcok dengan Soni karena persoalan asmara tersebut. Saat itu A babak belur karena kalah berkelahi dengan Soni. Dia mengaku dendam dan berniat membalas perkelahian tersebut. Namun dia tidak sendiri, melainkan dibantu oleh rekan-rekannya, yakni Albi Haq, 21 tahun, Indra Rifai (30), NP (16), Yulkiansyah(19), Yeti (19), Putri (20), dan AR.

    Aksi balas dendam itu pun dilakukan pada Rabu dinihari, 12 Maret 2014. Saat itu Mia dan Soni sedang melintas di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Mereka juga pergi bersama Surya, 16 tahun, dengan menggunakan dua sepeda motor. Tiba-tiba datang rombongan A dengan empat sepeda motor yang langsung memepet dua sepeda motor tersebut.

    Aksi kejar-kejaran menggunakan sepeda motor pun terjadi. Namun, saat melintas di Jalan Poncol, Soni dan Mia terjatuh. Penyebabnya karena gir sepeda motor yang digunakan A untuk memukul Soni. Saat itu Soni yang membonceng berhasil menghindar dari sabetan besi bergerigi yang ada di kepalan tangan A. (Baca: Polisi Masih Kejar Dua Pengeroyok Mia Nuraini)

    Namun sialnya, gir yang diayunkan oleh A malah menghantam kepala Mia yang sedang mengendarai sepeda motor. Seketika itu juga sepeda motor terjatuh tepat di depan Terogong Residence. Setelah terjatuh, para pelaku langsung mengejar Soni dan Surya yang sepeda motornya juga jatuh. Keduanya pun diteriaki maling oleh para pelaku hingga akhirnya terjadi penganiayaan menggunakan kayu, stik golf, dan gir motor.

    Setelah puas menghajar korban, para pelaku segera pergi meninggalkan tempat kejadian. Menurut warga yang melihat peristiwa itu, aksi penganiayaan berlangsung sekitar 15 menit. Warga pun tak berbuat apa-apa karena tidak mengenali korban maupun pelaku yang dikira merupakan anggota geng motor itu.

    Dalam kondisi penuh luka, warga akhirnya membawa ketiga korban ke Rumah Sakit Fatmawati untuk mendapatkan perawatan. Mia mengalami luka paling parah akibat gir sepeda motor milik A. Sekitar pukul 13.00, Mia meninggal dunia. Sedangkan Soni dan Surya masih dalam perawatan di rumah sakit.

    Polisi pun langsung memeriksa sejumlah saksi untuk mengusut kasus penganiayaan yang berujung pada tewasnya Mia itu. Warga yang melihat peristiwa itu berhasil membantu polisi mengidentifikasi sepeda motor pelaku sehingga keberadaan mereka bisa dilacak. Tak sampai 24 jam, enam pelaku berhasil ditangkap.

    Sedangkan A dan AR hingga saat ini masih buron dan dalam pengejaran polisi. Setelah diperiksa, para pelaku menyatakan penganiayaan dilakukan karena rasa cemburu dan dendam A kepada Mia. Para pelaku pun menyatakan penganiayaan itu sudah direncanakan sejak pekan lalu. Kini para pelaku dijerat Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

    DIMAS SIREGAR | ANDI PERDANA

    Berita Terpopuler
    Gadis 16 Tahun Dibunuh, Tragedi Ade Sara II? 
    Keluarga Hafitd dan Assyifa Minta Maaf ke Orang Tua Ade Sara 
    Ade Sara 'Pamit' ke Guru SD Sebelum Dibunuh 
    Cuitan Pembunuh Ade Sara Hilang  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.