Jokowi: Saya Sekarang Urus Cabe-cabean  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joko Widodo. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Joko Widodo. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali berkomentar nyeleneh saat ditanya soal deklarasi pencalonan dirinya sebagai presiden. Saat ini, kata Jokowi, dirinya sedang mengurusi persoalan pangan warga Jakarta.

    "Saya sekarang urus cabe-cabean, tomat-tomatan, dan sapi-sapian," kata Jokowi seusai menandatangani memorandum of understanding dengan Pemerintah Provinsi Lampung di Balai Kota, Jumat, 14 Maret 2014. "Urusan capres-capresan tanya DPP PDIP."

    Hari ini Jokowi meneken kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung terkait dengan penyediaan bahan pangan di Jakarta. Dari kerja sama ini nantinya akan dibangun sebuah pusat distribusi agro di Lampung yang akan melakukan pengolahan terhadap bahan pangan yang masuk ke Jakarta.

    Berbagai bahan pangan yang akan masuk pusat agro itu adalah beras, cabai, dan tomat. Menurut Jokowi, dengan kerja sama ini, barang yang masuk ke Jakarta tidak berbentuk barang mentah lagi.

    Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. mengatakan kerja sama ini menguntungkan bagi daerahnya. "Lapangan kerja bisa terbuka," kata Jokowi. Selain itu, menurut Jokowi, kerja sama ini pun dapat menghemat waktu perjalanan barang menuju Jakarta karena petani bisa menjual hasil panennya ke pusat agro dengan harga yang sama.

    Kerja sama pemenuhan bahan pangan ini akan dilaksanakan oleh BUMD kedua daerah, yaitu PD Pasar Jaya (Jakarta) dan PD Wahana Raharja (Lampung).

    NINIS CHAIRUNNISA

    Topik terhangat:
    Ade Sara | Malaysia Airlines | Kasus Century | Jokowi | Anas Urbaningrum

    Berita terpopuler lainnya:
    Gadis 16 Tahun Dibunuh, Tragedi Ade Sara II? 
    8 Hal Membingungkan Soal Pesawat Malaysia Airlines
    CIA: Pilot Malaysia Airlines Mungkin Bunuh Diri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.