Satpol PP Bogor Copoti 1500 Alat Kampanye

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Sat Pol PP  melakukan penertiban atribut alat peraga kampanye parpol dan caleg terutama yang berada di pohon tiang dan rambu-rambu kota di Jalan Gatot Subroto, Cimahi, Jawa Barat. Kamis (13/3). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Petugas Sat Pol PP melakukan penertiban atribut alat peraga kampanye parpol dan caleg terutama yang berada di pohon tiang dan rambu-rambu kota di Jalan Gatot Subroto, Cimahi, Jawa Barat. Kamis (13/3). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bogor - Petugas menertibkan ribuan alat peraga kampanye dan poster serta baliho bergambar foto para calon legislator dari berbagai partai politik yang dipasang di sejumlah titik di Kota Bogor, Jumat 14 Maret 2014. Petugas terdiri dari gabungan Satpol-PP, Panwaslu, Kesbangpol dan Dispenda Kota Bogor.

    Kepala Seksi Pembinaan Politik Kantor Kesejahteraan dan Pengembangan Politik Kota Bogor, Rustandi, mengatakan, penertiban ribuan alat peraga kampanye tersebut terkait dengan akan digelarnya pawai deklarasi damai Sabtu 15 Maret 2014. Selain tentu saja keberadan mereka melanggar Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Ketertiban Umum.

    "Karena sebagian besar alat peraga dan spanduk foto caleg tersebut dipasang di sepanjang jalan protokol sehingga menjadi semrawut," kata dia, Jumat 14 Maret 2014.

    Rustandi menegaskan, alat peraga kampanye tidak boleh dipasang di sembarang tempat, termasuk memakunya di pohon atau menggantung atau menempelnya pada tiang listrik. "Banyak sekali yang seperti itu padahal dalam aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah jelas dilarang," kata dia.

    Menurut Rustandi, petugas gabungan mengumpulkan sedikitnya 1500 alat peraga yang terdiri dari poster, spanduk, dan baliho. Isinya foto puluhan caleg untuk DPRD Kota Bogor, DPRD Jawa Barat dan DPR-RI.

    Ia mengatakan titik-titik yang dilakukan penertiban yakni sepanjang Jalan Batutulis, Bondongan, Empang, Pancasan, Gunung Batu, Bubulak, Yasmin, Soleh Iskandar, Warung Jambu, Ahmad Yani dan Jalan Pajajaran. "Lokasi-lokasi ini merupakan perlintasan untuk pawai dan arak-arakan kampanye damai yang akan diikuti oleh semua partai peserta Pemilu dan kalangan masyarakat," kata dia.

    M SIDIK PERMANA

    Terpopuler
    AS Yakin Malaysia Airlines Jatuh di Samudera Hindia
    Anak Ali Sadikin Tak Setuju Ahok Jadi Gubernur
    Video Asusila Kiai Beredar, Warga Puncak Heboh
    Jokowi-Ahok Maju Pilpres, Gerindra: Balikkan Foke!  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.