Ramp Tol Bekasi Barat 3 Terancam Terbengkalai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan mengantre di Gerbang Tol Cikarang Utama, Bekasi, Jabar, (16/8). PT Jasa Marga Tbk selaku operator jalan tol memperkirakan terjadi kenaikan volume kendaraan hingga 11,12% pada periode H-7 hingga H-1  arus mudik lebaran tahun 2012. ANTARA/Anita Permata Dewi

    Sejumlah kendaraan mengantre di Gerbang Tol Cikarang Utama, Bekasi, Jabar, (16/8). PT Jasa Marga Tbk selaku operator jalan tol memperkirakan terjadi kenaikan volume kendaraan hingga 11,12% pada periode H-7 hingga H-1 arus mudik lebaran tahun 2012. ANTARA/Anita Permata Dewi

    TEMPO.CO, Bekasi - Gerbang keluar Jalan Tol Bekasi Barat 3 batal dioperasionalkan. Pasalnya, pihak Badan Pengelola Jalan Tol di bawah Kementerian Pekerjaan Umum meminta dana konpensasi defisit Rp 4,5 miliar.

    Padahal, infrastuktur pintu keluar dari jalan tol Jakarta-Cikampek tersebut sudah rampung dikerjakan sejak akhir tahun lalu. "Masih ada kendala teknis yang belum terselesaikan," ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Senin, 17 Maret 2014.

    Pemerintah daerah menganggap pengelola jalan tol kurang beritikad baik dengan belum dibukanya ramp jalan tol tersebut. Dana defisit sebagai kompensasi bila kehadiran ramp Jalan Tol Bekasi Barat 3 itu tak mampu mendongkrak pendapatan pengelola jalan tol.

    Padahal, kata Rahmat, pintu keluar ini sangat bermanfaat untuk mengurangi penumpukan antrean kendaraan di Jalan Tol Bekasi Barat serta kepadatan di Jalan Ahmad Yani.

    Sodetan jalan tol tersebut mulai dibangun pada 2011. Diajukan oleh pengembang mall dari PT Metropolitan Land Tbk, Pemerintah Kota Bekasi menyetujui dengan perubahan tata ruang. Selain itu, juga menguntungkan karena dapat mengurai kemacetan. Rencananya, jalan tol tersebut dibuka bertepatan dengan hari jadi Kota Bekasi yang ke-17 pada 10 Maret, tapi batal.

    Penasihat direksi PT Metropolitan Land Tbk, Abdul Jalil, mengatakan kalau dana defisit sudah selesai, mereka baru mau memberi izin operasionalnya. Karena itu, dia keberatan dengan permintaan dana defisit, mengingat Metland sudah menyumbangkan fisik bangunan kepada PT Jasa Marga berikut sarana dan prasarana pendukungnya. "Pembangunan menghabiskan dana total Rp 30 miliar yang bersumber dari PT Metland," katanya.

    Juru bicara PT Jasa Marga Tbk, Wasta Gunadi, mengatakan pihaknya siap mengoperasikan gerbang jalan tol barun itu asalkan mendapat izin dari BPJT. "Kami nunggu izin pengoperasian turun dari BPJT," ujarnya. "Kalau izin turun, kita baru bisa mengoperasikan," kata Wasta.

    ADI WARSONO

    Topik terhangat:

    Kampanye 2014 | Jokowi Nyapres | Malaysia Airlines | Pemilu 2014 | Kasus Century

    Berita terpopuler lainnya:
    Sindir Megawati, Prabowo: Kalau Manusia...
    Sindir Jokowi, Prabowo: Jangan Pilih Capres Boneka
    Prabowo Sempat Dilarang Berikan Topi ke Kader
    Prabowo Curhat Soal Perjanjian Batu Tulis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.