Napi LP Kerobokan Kendalikan Peredaran Sabu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penyitaan barang bukti narkotika sabu. Tempo/Marifka Wahyu Hidayat

    Ilustrasi penyitaan barang bukti narkotika sabu. Tempo/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Unit Narkoba Kepolisian Sektor Palmerah menangkap dua kurir narkotik jenis sabu berinisial RG, 30 tahun, dan SN, 30 tahun, di Jalan Mangga Besar IX RT 14 RW 04 Kelurahan Tangki, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Penangkapan dimulai dengan penyisiran di kawasan rumah kos tersebut pada 10 Maret lalu.

    "Saat menyisir, kami menemukan dua orang kurir dengan barang bukti narkotik berjenis sabu di dalam 15 bungkus plastik bening yang siap diedarkan," kata Kepala Unit Reserse dan Kriminal Kepolisian Sektor Palmerah Ajun Komisaris Jauhari di kantornya, Senin, 17 Maret 2014.

    Jauhari menuturkan penyisiran tersebut dilakukan lantaran lingkungan rumah kos diduga menjadi salah satu tempat yang kerap dijadikan tempat transaksi narkoba. Kepada penyidik, RG berujar mendapatkan sabu-sabu dari Eman, seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Denpasar, Bali, atas kasus serupa. Mereka pertama kali bertemu ketika sama-sama ditahan di LP Kerobokan.

    Seusai masa hukuman RG, komunikasi di antara keduanya masih berlanjut. "Eman masih mengendalikan RG dari tahanan," kata Jauhari.

    Untuk itu, Jauhari menjelaskan, penyidik masih mengembangkan keterangan kedua tersangka yang mendapatkan imbalan senilai Rp 5 juta setiap kali melakukan transaksi itu. Menurut dia, ada dugaan bahwa keduanya terlibat sebuah jaringan yang lebih besar. "Kami akan telusuri lagi," ucapnya.

    Saat mereka ditangkap, polisi menyita barang bukti sabu dengan berat total 109 gram, satu timbangan, dua korek api gas, dua plastik klip paketan, serta satu telepon genggam. Nilai total barang bukti tersebut mencapai Rp 218 juta. Jauhari mengatakan RG dan SN mematok harga Rp 2 juta per gram sabu. 

    RG, kata Jauhari, pernah berprofesi sebagai petugas keamanan hotel setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan. Namun ia kembali menjadi pengedar sejak dua bulan lalu. Mereka dijerat Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotik. "Ancaman hukumannya maksimal 14 tahun kurungan penjara," ujar Jauhari.

    LINDA HAIRANI


    Berita Terpopuler:
    PM Razak Sebut Pilot MH370 Sengaja Ubah Jalur
    Polisi Periksa Simulator di Rumah Pilot Malaysia Airlines
    Disindir Prabowo, Jokowi: Malah Jadi Panas...
    Prabowo Merasa Dikhianati Megawati 
    Manchester Bertekuk Lutut di Rumah Sendiri



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.