Pedagang Blok G Dukung Jokowi Nyapres  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kedua kanan) berbincang sebelum melakukan blusukan di Balai Kota, Jakarta (27/2). Jokowi mengajak Ahok ikut blusukan di sejumlah wilayah di DKI Jakarta untuk pengecekan, kontrol dan pengawasan langsung terhadap jalannya pembangunan ibu kota. ANTARA/Zabur Karuru

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kedua kanan) berbincang sebelum melakukan blusukan di Balai Kota, Jakarta (27/2). Jokowi mengajak Ahok ikut blusukan di sejumlah wilayah di DKI Jakarta untuk pengecekan, kontrol dan pengawasan langsung terhadap jalannya pembangunan ibu kota. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Pedagang Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, mempunya pendapat yang berbeda perihal penetapan Joko Widodo sebagai calon presiden dari PDI Perjuangan. Ahmad, 27 tahun, pedagang jaket di pasar tersebut, menganggap penetapan tersebut sudah tepat. (Baca:Pengusaha Ibu Kota Berat Melepas Jokowi)

    "Biar bisa membawa perubahan, enggak cuman di Jakarta," kata Ahmad, Senin, 17 Maret 2014. Menurut Ahmad, Jokowi--panggilan Joko Widodo--mampu membawa banyak perubahan di dalam masyarakat. (Baca:Pedagang Pasar Prihatin Jokowi Jadi Capres  )

    Ahmad mengatakan program relokasi pedagang ke Blok G Tanah Abang termasuk terobosan Jokowi yang bagus. "Kalau urusan sepi atau enggaknya pedagang itu balik ke rezeki masing-masing," ujarnya. Dia mengatakan setidaknya Jokowi sudah meninggalkan warisan berupa eskalator di pasar tersebut.

    Menurut pantauan Tempo, tangga berjalan ini sedang dibangun. Pembangunannya pun tergolong baru dimulai. Sebab, para pekerja masih membuat lubang untuk fondasi. Pembangunan eskalator berada di dekat boks anjungan tunai mandiri di samping kios daging.

    Adapun pedagang Blok G lainnya, Subendi, menyatakan kecewa dengan langkah Jokowi ini. "Padahal di Tanah Abang belum selesai, tapi sudah ditinggal," ujarnya.

    Subendi khawatir pembangunan di Tanah Abang akan dimulai dari awal lagi jika Jokowi digantikan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Sebab, dia melihat gaya kepemimpinan dua orang ini berbeda. Dia meminta Jokowi memfokuskan diri dulu untuk mengatasi permasalahan di Jakarta, terutama Blok G. "Jangan sampai program Blok G hanya sesaat." (Baca: Jokowi: Senin sampai Jumat, Saya Masih Gubernur dan Jokowi Nyapres, Ahok: Program DKI Tetap Berlanjut)

    SYAILENDRA

    Berita Lainnya:
    Kronologi Bocah 3,5 Tahun Dianiaya Kekasih Ibunya
    30 Gerbong Kereta Listrik Tiba dari Jepang
    Bocah 3,5 Tahun Dipaksa Mengamen oleh Kekasih Ibunya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.