Ratusan Ibu di Depok Demo Menolak Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, mengusap air mata dan mencium bendera Merah Putih, seusai mengumumkan menjadi Capres PDIP, di Rumah Pitung, Marunda, Jakarta Utara (14/3). Joko Widodo menyatakan secara resmi siap menerima mandat dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk maju sebagai Calon Presiden pada Pemilihan Presiden 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, mengusap air mata dan mencium bendera Merah Putih, seusai mengumumkan menjadi Capres PDIP, di Rumah Pitung, Marunda, Jakarta Utara (14/3). Joko Widodo menyatakan secara resmi siap menerima mandat dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk maju sebagai Calon Presiden pada Pemilihan Presiden 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Depok - Sekitar 150 ibu rumah tangga di Kota Depok berunjuk rasa menolak pencalonan Gubernur DKI Joko Widodo sebagai presiden pada Pemilu 2014. Mereka mengaku baru bermigrasi dari Jakarta ke Depok dan ikut memilih Jokowi saat pemilihan gubernur Jakarta pada 2012 lalu.

    "Kami kecewa dengan pencalonan Jokowi sebagai presiden karena Jakarta belum selesai dibenahi," kata Dina, salah seorang warga RW 10, Perumahan Depok Jaya Agung, Selasa, 18 Maret 2014. Janji Jokowi untuk menangani masalah macet, kata dia, belum terwujud sama sekali. (Baca: Nyapres, Jokowi Dianggap Langgar Kitab UU Perdata)

    Ratusan ibu itu keluar ke lapangan perumahan dengan poster dan spanduk bertuliskan penolakan Jokowi. Setiap ibu juga membawa perabotan rumah tangga, seperti panci, periuk, penggorengan, dan cobek. Mereka memukul-mukul peralatan itu sambil berorasi. "Jokowi, kalau warga Jakarta saja dikhianati, apalagi warga di luar Jakarta," begitu tulisan pada salah spanduk mereka. (Baca: Jokowi Nyapres, Ahok: Program DKI Tetap Berlanjut)

    Warga lainnya, Farida, 56 tahun, mengatakan Jokowi belum pantas jadi presiden karena masih banyak pekerjaan rumah yang belum diselesaikan. Saat pemilihan gubernur di Jakarta, kata dia, Jokowi berjanji yang muluk-muluk. "Ini masalah BPJS saja belum merata," kata warga RT 08 RW 22 Kelurahan Rangkapan Jaya Lama itu.

    Senada, massa aksi lainnya, Sri Yuni, mengatakan BPJS harus digalakkan dan dijamin di Jakarta. Lagipula, Jokowi berjanji saat pemilihan gubernur bahwa dia akan menyelesaikan permasalahan Jakarta sampai selesai mengabdi. Ketika ditanya apakah aksi ini dipesan oleh salah satu oknum, Sri mengaku bahwa ini adalah aksi bersih dari kumpulan ibu-ibu. "Ini murni kami dari kerukunan PKK yang baru pindah dari Jakarta. Kesepakatan datang dari curhat," kata dia.

    Aksi ibu-ibu ini berjalan sekitar satu jam, dari pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Aksi ini merupakan kekecewaan ratusan ibu-ibu kepada mantan Wali Kota Solo itu yang dianggap tak bertanggung jawab dan membohongi publik.  (Baca: Pedagang Blok G Dukung Jokowi Nyapres)

    ILHAM TIRTA



    Berita Lainnya:
    Plin-plan Soal MH370, Malaysia Diejek Publik Cina 
    Jokowi Koreksi Menteri Chatib Soal PAD DKI
    Jokowi Ajak Lawan Politiknya Adu Gagasan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.