Lagi-lagi Sakit, Sidang Hercules Kembali Ditunda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas mengawal ketat, tersangka dugaan pemerasan dan pencucian uang Rosario Marshal alias Hercules ketika akan dipindahkan ke LP Cipinang di Polda Metro Jaya, Jakarta, (21/11). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sejumlah petugas mengawal ketat, tersangka dugaan pemerasan dan pencucian uang Rosario Marshal alias Hercules ketika akan dipindahkan ke LP Cipinang di Polda Metro Jaya, Jakarta, (21/11). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Barat kembali menunda persidangan dengan terdakwa kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Hercules Rozario Marshal.

    "Sidang ditunda karena terdakwa sakit. Tadi kami terima surat sakitnya," kata jaksa penuntut umum, Yanuar, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu, 19 Maret 2014.

    Agenda sidang sendiri, kata Yanuar, yakni pemanggilan para saksi. Ada tiga saksi yang akan didatangkan. Ketiga saksi merupakan merupakan perwakilan dari BCA cabang Kebon Jeruk, Srengseng, dan Central Park. (Baca: Kisah Hercules dari Bui ke Bui)

    Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) itu didakwa dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pidana Pencucian Uang. Dengan undang-undang itu minimal Hercules dihukum lima tahun penjara.

    Sebelumnya Hercules juga divonis pengadilan dengan empat bulan penjara karena melakukan pemerasaan dan melawan aparat. Begitu keluar, dia kembali ditangkap dan dituduh melakukan pemerasan sepanjang dari 2006 sampai 2013. Tidak hanya Hercules, polisi pun mencokok tiga anak buahnya karena kasus yang sama. (Baca: Modus Hercules Memeras dan Mencuci Uang)

    ERWAN HERMAWAN



    Berita Lainnya:
    Menteri Tifatul Akui Salah Pencet Akun Porno  
    SBY Jajan Tahu di Mal, Wartawan Dilarang Motret  
    Persiba Lawan Terakhir Timnas U-19 dalam Tur Nusantara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.