Evie Tamala Kehilangan Spion di Bandara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Dangdut, Evi Tamala saat menghadiri malam pengumuman pemenang Lomba Cipta Lagu Dangdut Tingkat Nasional 2013 di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin (30/12). TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi Dangdut, Evi Tamala saat menghadiri malam pengumuman pemenang Lomba Cipta Lagu Dangdut Tingkat Nasional 2013 di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin (30/12). TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Tangerang - Pedangdut Evie Tamala kehilangan dua spion mobilnya, Fortuner warna putih B-69-TEV, di parkir inap Terminal 2 penumpang Bandara Soekarno-Hatta. Spion itu diketahui raib dari tempatnya pada Rabu, 19 Maret 2014, pukul 14.00 WIB.

    Manajer Evie Tamala, Evi Susanti, kepada Tempo menceritakan sopir Evie bernama Apeng menitipkan kendaraan itu di parkir inap Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. "Diparkir inap sejak 15 Maret 2014 dan kembali pulang hari ini, dan didapat dua buah spion sudah hilang," kata Evi.

    Evi menyebutkan Evie Tamala, yang juga tantenya, pergi show ke Semarang sehingga menitipkan kendaraannya selama bepergian di parkir inap bandara. "Sekarang kami sedang melapor ke Polres Bandara. Kalau mobil sudah dibawa sopir ke Toyota karena masih ada jaminan asuransi," kata Evi. Dia menyesalkan keamanan parkir di bandara yang dinilainya tak nyaman bagi pengguna jasa bandara itu.

    Dihubungi terpisah, Manajer Umum PT Angkasa Pura II Kantor Cabang PT AP II Yudis Tiawan mengatakan keamanan parkir bandara sepenuhnya menjadi tanggung jawab APS (Angkasa Pura Solution). "Bisa komplain ke APS, tanggung jawab keamanan ada di sana," ujar Yudis.

    AYUCIPTA



    Berita Terpopuler
    Komandan Polisi Tewas Ditembak di Mapolda Metro 
    Video Asusila Puncak Dibuat untuk Koleksi Pribadi
    Komandan Polisi Ditembak Saat Piket
    Pamudji Ditembak Menggunakan Senjata Piket
    Penembak Komandan Polisi Diduga Anak Buah Sendiri  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.