Tewasnya AKBP Pamudji, Ditembak atau Bunuh Diri?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AKBP Pamudji. TEMPO/Dasril Roszandi

    AKBP Pamudji. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kakak Ipar Ajun Komisaris Besar Pamudji, Nurul Hidayati, 60 tahun, mengatakan keluarga Pamudji selalu rukun. Sesibuk apa pun, Pamudji selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama istrinya, Ajun Komisaris Besar Nurul Megawati. Istri Pamudji ini sehari-hari bertugas di Direktorat Pembinaan Masyarakat (sebelumnya disebut Direktorat Lalu Lintas) Polda Metro Jaya.

    Pasangan Pamudji-Nurul dikaruniai dua anak, yaitu Alfian Prasetio, 28 tahun, dan Kamila Maharani, 18 tahun. "Sepengetahuan saya mereka selalu rukun. Meskipun punya kesibukan masing-masing dan waktu yang terbatas, Pamudji menyempatkan berkumpul dengan keluarga," kata Hidayati di rumah duka, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu, 19 Maret 2014.

    Setiap akhir pekan, Hidayati menceritakan, Pamudji mengajak istri dan dua anaknya lari pagi mengelilingi kompleks rumahnya. "Itu setiap Minggu." Tidak hanya itu, saat pergi ibadah haji, Pamudji turut serta mengajak istri beserta dua anaknya. Rencananya, Pamudji beserta keluarga berangkat umrah seusai Pemilu 2014. "Kalau pergi ya selalu berempat," kata dia.

    Pamudji tewas dengan luka tembak di bagian kepala karena tertembak saat bertugas di bagian Pelayanan Markas (Yanma) Polda Metro Jaya, Selasa malam, 18 Maret 2014. Pamudji diduga ditembak oleh anak buahnya, Brigadir Susanto. Namun, ada versi lain yang berkembang, yakni Pamudji bunuh diri.

    Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan dua versi itu sedang diselidiki. "Bunuh diri atau penembakan. Ini masih kami dalami," kata Rikwanto di rumah duka, Rabu. (Baca: Pamudji Ditembak dengan Senjata Piket)

    Rikwanto menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi sebelum kejadian, korban datang ke kantor piket Pelayanan Markas Polda Metro dan sempat menegur seorang anak buahnya, Brigadir Susanto, karena tidak memakai seragam. Namun, dalam pemeriksaan, Brigadir Susanto--yang sudah ditetapkan sebagai tersangka--mengatakan setelah ditegur dia disuruh korban untuk memanggil operator listrik.

    Alasannya, listrik di ruang piket sering gangguan. "Setelah dia (Brigadir Susanto) kembali ke ruangan, Pamudji sudah tergeletak dengan luka tembak," ujarnya. "Jadi, belum dapat dipastikan apakah teguran itu berujung penembakan," katanya. (Baca: Pemicu Penembakan Pamudji Diduga Cekcok Ini)

    Adapun dugaan bunuh diri agak ganjil karena pistol milik Brigadir Susanto ditemukan di samping bahu korban. "Pemeriksaan sementara, proyektil peluru kaliber 38 itu cocok dengan senjata revolver milik Brigadir Susanto. Semuanya masih didalami lewat pemeriksaan saksi dan olah TKP," kata Rikwanto.

    AFRILIA SURYANIS

    Berita Terkait

    Kondisi Kejiwaan Penembak AKBP Pamudji Stabil
    Jokowi Sambangi Kapolda Baru
    Kriminolog: Penembakan Pamudji Konflik Pekerjaan
    Pamudji Ditembak Menggunakan Senjata Piket
    Pamudji Baru 6 Bulan Jadi Komandan Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.