Sebelum Ditembak, AKBP Pamudji Ditemui Istri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kerabat dari kepolisian berdatangan untuk menyampaikan rasa bela sungkawa atas wafatnya AKBP Pamudji di rumah kediaman, Cijantung, Jakarta Timur (19/03). TEMPO/Dasril Roszandi

    Sejumlah kerabat dari kepolisian berdatangan untuk menyampaikan rasa bela sungkawa atas wafatnya AKBP Pamudji di rumah kediaman, Cijantung, Jakarta Timur (19/03). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ajun Komisaris Besar Nurul Megawati, anggota Direktorat Pembinaan Masyarakat (sebelumnya disebut Direktorat Lalu Lintas) Polda Metro Jaya, sempat menemui suaminya, Ajun Komisaris Besar Pamudji, Kepala Pelayanan Detasemen Markas Polda Metro Jaya, di ruang piket pelayanan markas tersebut

    Nurul berencana mengajak Pamudji untuk bersama-sama menghadiri kegiatan serah-terima jabatan (sertijab) Kepala Polda Metro Jaya dari Irjen Putut Eko Bayuseno kepada Irjen Dwi Priyatno. "Istrinya malah sempat ganti baju di ruangan (piket) itu," kata kakak ipar Pamudji, Nurul Hidayati, 60 tahun, di rumah duka, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu, 19 Maret 2014.

    Namun saat itu Pamudji meminta istrinya datang ke lokasi sertijab terlebih dahulu karena masih harus bertugas. "Dia bilang sama istrinya 'Nanti saya akan menyusul'," ujar Hidayati, menirukan cerita adiknya.

    Setelah Nurul meninggalkan suaminya di ruang piket, dia mendapat kabar bahwa Pamudji tertembak. "Sudah lumayan lama dari istrinya pergi itu, jadi dia tidak dengar ada tembakan," katanya. Kemudian Nurul bergegas menuju Kedokteran Kesehatan Polda Metro Jaya, namun Pamudji sudah dijemput maut. (Baca: Penembakan Pamudji, Empat Saksi Masih Berkelit)

    Pamudji tewas tertembak saat piket di Pelayanan Markas (Yanma) di Polda Metro Jaya, Selasa malam, 18 Maret 2014. Pamudji diduga ditembak oleh anak buahnya, Brigadir Susanto. (Baca: Penembakan Komandan Pamudji, Polisi Perlu Psikolog)

    Berdasarkan data dari Polda Metro Jaya, insiden itu terjadi pada pukul 21.30. Menurut saksi, Aiptu Dede Mulyani, Komandan Regu Dua, sebelum penembakan terjadi, korban cekcok dengan Brigadir Susanto. Kemudian, saat Aiptu Dede meninggalkan lokasi kejadian, terdengar suara tembakan dua kali.

    Aiptu Dede kemudian kembali ke lokasi dan melihat Pamudji mengalami luka tembak pada kepala. Pamudji sempat dibawa ke Kedokteran Kesehatan Polda Metro Jaya, namun sudah tak bernyawa. Dia akhirnya dibawa ke RS Polri. (Baca: Komandan Polisi Ditembak Pernah Jabat Kasatlantas)

    AFRILIA SURYANIS



    Berita Lainnya:
    Penembak Komandan Polisi Diduga Anak Buah Sendiri 
    Pemicu Penembakan Pamudji Diduga Cekcok Ini 
    Pamudji Baru 6 Bulan Jadi Komandan Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.