Kisah Ade Sara Dibuat Iklan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemakaman Ade Sara Angelina Suroto di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. liputan6.com

    Pemakaman Ade Sara Angelina Suroto di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. liputan6.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tragedi pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto akan dibuat iklan layanan masyarakat. Presiden Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan ketabahan orang tua Ade Sara sangat menginspirasinya. Dia menginginkan agar semakin banyak orang yang terinspirasi oleh ketabahan Elizabeth Diana dan Suroto.

    "Saya kagum sekali kepada mereka berdua, dan rasanya saya tak sanggup berbuat seperti itu," kata Irwan kepada Tempo, Kamis, 20 Maret 2014.

    Ade Sara dibunuh oleh pasangan kekasih Ahmad Imam Al Hafitd, 19 tahun, dan Assyifa Ramadhani, 18 tahun. Ia dianiaya dengan cara disetrum, dicekik, dan disumpal mulutnya menggunakan kertas dan tisu.

    Dalam satu kesempatan, orang tua Ade Sara mengatakan memaafkan pembunuh anaknya itu. Mereka pun meminta maaf kepada pelaku jika anaknya berbuat salah. (baca: Orang Tua Ade Sara Akan Minta Maaf ke Pelaku).

    Irwan menuturkan ide tersebut bermula saat ia mengunjungi rumah Ade Sara pada 11 Maret 2014 lantaran penasaran atas pemberitaan media massa yang menyebut Elizabeth dan Suroto memaafkan pembunuh anaknya. Menurut dia, memaafkan hal keji yang menimpa anak merupakan hal luar biasa yang dapat dilakukan oleh orang tua. (Baca: Di Pelukan Ibu Ade Sara, Dua Wanita ini Menangis Minta Maaf)

    Untuk itu, Irwan mengungkapkan idenya kepada beberapa rekannya dan wartawan, termasuk presenter televisi Andi Flores Noya, mengenai idenya tersebut. Irwan yang semula ragu apakah idenya layak diwujudkan ternyata mendapat dukungan dari teman-temannya. (Baca juga: Tiga Hal yang Mengungkap Pembunuh Ade Sara)

    Setelah melalui proses pematangan ide, kata Irwan, iklan tersebut akan berupa kumpulan laporan jurnalistik dari beberapa stasiun televisi yang menyumbangkan rekaman mereka secara cuma-cuma. Jadi, orang tua Ade Sara tak perlu menjalani proses syuting. Sepanjang iklan, akan ada suara narator yang menjelaskan kasus tersebut dan latar suara dari lagu grup band ST12 berjudul Saat Terakhir.

    Pada iklan itu, kata Irwan, tidak ada produk Sido Muncul yang dilibatkan, kecuali pada adegan terakhir yang menyebut iklan tersebut dipersembahkan oleh perusahaannya. "Tidak melulu harus komersial. Yang terlibat di iklan ini karena kami terinspirasi," ujar Irwan.



    LINDA HAIRANI

    Berita Terpopuler:
    Ketua KPK: Hedonis, Nurhadi Dekat dengan Korupsi
    Indonesia Tidak Akui Referendum Crimea
    MH370 'Sembunyi' di Balik Pesawat Lain?  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.