Polisi Kejar Sopir Taksi Perampok Karyawati  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan bermotor roda dua terpaksa masuk lewat jalan tol Jagorawi sebagai jalur alternatif untuk menghindari banjir di Jakarta Timur (13/1). Hujan deras selama tiga hari ini menyebabkan sejumlah ruas jalan raya di kawasan Jakarta Timur tidak dapat dilintasi karena terendam banjir dan menyebabkan kemacetan cukup parah. TEMPO/Imam Sukamto

    Sejumlah kendaraan bermotor roda dua terpaksa masuk lewat jalan tol Jagorawi sebagai jalur alternatif untuk menghindari banjir di Jakarta Timur (13/1). Hujan deras selama tiga hari ini menyebabkan sejumlah ruas jalan raya di kawasan Jakarta Timur tidak dapat dilintasi karena terendam banjir dan menyebabkan kemacetan cukup parah. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Jakarta Barat masih mengejar sopir taksi yang merampok penumpangnya. Menurut Kepala Unit Kriminal Umum Polres Jakarta Barat, Ajun Komisaris Martson Marbun, polisi sudah membentuk tim untuk mengejar pelaku yang berjumlah tiga orang tersebut. “Pelaku masih terus kami kejar, karena kejadiannya sudah cukup lama,” kata dia saat dihubungi, Jumat, 21 Maret 2014.

    Marbun menjelaskan, perampokan itu dialami oleh Ariana Henry, 30 tahun, seorang karyawati swasta, Selasa, 18 Maret 2014 lalu. Saat itu, dia baru saja berbelanja di mal Central Park, Grogol, Jakarta Barat. Setelah berbelanja, dia pun berniat pulang ke rumahnya di kawasan Jalan Syahdan, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, dengan menggunakan taksi.

    Dia pun menyetop taksi berwarna putih dengan nama pintu "Express". Tapi tak lama setelah korban naik, tepatnya di depan Apartemen Mediterania, sang sopir meminggirkan mobilnya di pinggir jalan. “Sopir bilang mau membetulkan kaca, dan ternyata itu cuma modus dia saja,” kata dia.

    Saat sopir turun, tiba-tiba dua orang tak dikenal masuk ke dalam taksi yang sedang berhenti tersebut. Si sopir yang kemudian ikut masuk mobil langsung melaju karena komplotannya sudah masuk ke dalam taksi. Saat itulah barang berharga milik Ariana dirampok oleh tiga orang tersebut. Korban pun cuma bisa pasrah karena diancam diculik jika mau melawan.

    Marbun mengatakan, Ariana mengaku kehilangan perhiasan emas yang digunakan, dua telepon genggam merek Blackberry, dan satu unit pemutar musik iPod. Kerugian total korban diperkirakan mencapai Rp 15 juta. Menurut dia, para pelaku memang sempat menanyakan nomor pin ATM korban. Tapi uang dalam ATM itu tidak sampai dikuras.

    “Jadi bukan ATM korban diambil, cuma barang-barang tadi dan uang tunai Rp 200 ribu,” kata dia. Setelah dirampok, Ariana pun diturunkan di tengah jalan dan pelaku langsung melarikan diri. Setelah itu, korban melaporkan peristiwa yang dia alami ke Polres Jakarta Barat.

    Polisi sudah melakukan pemeriksaan ke perusahaan Express yang unit kendaraannya digunakan untuk merampok korban. Polisi juga masih terus mengidentifikasi mobil yang digunakan pelaku yang berjumlah tiga orang tersebut.

    DIMAS SIREGAR



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.