Perusahaan Taksi Cek Armadanya Soal Perampokan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. upperstclair.com

    Ilustrasi. upperstclair.com

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Express Transindo Utama masih menyelidiki kasus perampokan yang dilaporkan terjadi di dalam salah satu taksi mereka pada Selasa malam, 18 Maret 2014. Juru bicara Express Transindo Utama, Merry Anggraini, mengatakan pihaknya masih berupaya memastikan apakah taksi yang digunakan korban benar-benar taksi Express.

    "Kadang ada taksi yang berwarna putih tetapi ternyata bukan taksi kami, jadi sedang kami cari," katanya kepada Tempo, Jumat, 21 Maret 2014.

    Perusahaan, kata dia, masih mencari tahu apakah ada taksi mereka yang berada di Mall Central Park, Jakarta Barat, pada Selasa malam. Menurut laporan korban perampokan, Ariana Henry, 30 tahun, dia menumpang taksi Express dari mal itu. "Kami cek dulu apa benar ada taksi kami yang keluar dari sana pada Selasa malam," katanya.

    Pencarian itu tak bisa berlangsung cepat lantaran nomor taksi dan nama pengemudinya tidak diketahui. Sebelumnya, diberitakan bahwa Kepolisian Resor Jakarta Barat sedang mengejar tiga pelaku perampokan, termasuk seorang sopir taksi. Kepala Unit Kriminal Umum Polres Jakarta Barat AKP Martson Marbun menjelaskan, perampokan itu dialami oleh Ariana Henry, seorang karyawati swasta, pada Selasa, 18 Maret 2014.

    Malam itu dia baru selesai berbelanja di  Mall Central Park, Grogol, Jakarta Barat. Dengan menumpang taksi, dia berniat pulang ke rumahnya di kawasan Jalan Syahdan, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.

    Namun saat taksi melintas di depan Apartemen Mediterania, sopir menginjak pedal rem dalam-dalam. Lalu masuklah dua orang yang tak dikenal ke dalam taksi. Tak lama kemudian, taksi kembali melaju. Ketiga orang itu kemudian mengambil barang berharga milik korban. 

    ANGGRITA DESYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.