Tersangka Penembak AKBP Pamudji Jalani Tes Kebohongan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto diri almarhum AKBP Pamudji ditempatkan di depan kaca mobil jenazah di rumah kediaman, Cijantung, Jakarta Timur (19/03). Brigadir Susanto, yang menjadi saksi sekaligus diduga pelaku penembakan Kepala Detasemen Kepolisian Daerah Metro Jaya AKBP Pamudji masih diperiksa. TEMPO/Dasril Roszandi

    Foto diri almarhum AKBP Pamudji ditempatkan di depan kaca mobil jenazah di rumah kediaman, Cijantung, Jakarta Timur (19/03). Brigadir Susanto, yang menjadi saksi sekaligus diduga pelaku penembakan Kepala Detasemen Kepolisian Daerah Metro Jaya AKBP Pamudji masih diperiksa. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka penembakan AKBP Pamudji, Kepala Pelayanan Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Brigadir Susanto menjalani tes kebohongan dengan menggunakan lie detector di Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.

    "Selain tersangka, para saksi juga menjalankan tes menggunakan lie detector tersebut," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto saat ditemui di kantornya pada Jumat, 21 Maret 2014. (baca: Jadi Tersangka, Susanto Tetap Bantah Tembak Pamudji)

    Susanto diduga menembak atasannya, AKBP Pamudji saat tengah menjalankan tugas piket di satuannya tersebut. Diduga, Susanto tak terima saat Pamudji menegur dirinya yang tidak mengenakan seragam dalam menjalankan tugas.

    Menurut Rikwanto, tes menggunakan lie detector tersebut dilakukan karena masih disangkalnya keterangan penembakan yang dilakukan oleh pelaku. "Untuk memastikan hasil olah TKP dan pra rekonstruksi," kata Rikwanto.

    Selain pemeriksaan menggunakan lie detector tersebut, Rikwanto mengatakan, akan diperiksa juga barang bukti berupa baju yang terkena bercak darah dari korban serta sampel kuku dari pelaku. "Baju yang ada bercak darah dan sampel kuku pelaku akan dikirim ke pusat laboratorium forensik Bareskrim Mabes Polri untuk diperiksa," kata Rikwanto.

    Ada pun pemeriksaan psikologis yang sudah dijalankan pelaku, menurut Rikwanto, tidak menunjukkan tanda-tanda penyimpangan dari pelaku. "Hasil psikotes menunjukkan pelaku normal meski agak tertutup," katanya. (Baca: Penembak AKPB Pamudji Sudah 19 Tahun di Yanma)

    Hingga saat ini, Rikwanto mengatakan, olah tempat kejadian perkara dan pra-rekonstruksi telah dijalankan hingga dua kali. "Selain itu, pemeriksaan lain akan terus berlangsung," katanya. Selain tiga saksi yang telah menjalankan pemeriksaan, menurut Rikwanto, akan turut diperiksa juga Iptu Amidal dari Provost.

    ISMI DAMAYANTI

    Topik terhangat:
    Kampanye 2014 | Jokowi Nyapres | Malaysia Airlines | Pemilu 2014 | Kasus Century

    Berita terpopuler lainnya:
    Terkait Asap, Gubernur Riau Bentak Kapolres 
    Facebook Buka Kantor di Indonesia
    CNN: Kuala Lumpur di Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.