Jakarta Diguyur Hujan Seharian di Akhir Pekan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diguyur hujan sejak tadi pagi, kabut menyelimuti Jakarta di kawasan casablanca, Jakarta, (27/02). TEMPO/Dasril Roszandi

    Diguyur hujan sejak tadi pagi, kabut menyelimuti Jakarta di kawasan casablanca, Jakarta, (27/02). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan sepanjang hari diperkirakan akan mewarnai aktivitas warga di Jakarta dan sekitarnya, Sabtu, 22 Maret 2014. Berdasarkan informasi prakiraan cuaca yang dilansir Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika, hujan secara merata diperkirakan akan terjadi sejak siang hari.

    Pada pagi hari, BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas ringan akan terjadi secara merata hampir di seluruh wilayah. Hanya kawasan Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, dan Bogor yang berada dalam kondisi cerah berawan.

    Memasukki siang dan sore hari, peningkatan intensitas hujan terjadi di hampir seluruh wilayah. Hujan dengan intensitas sedang diperkirakan akan mengguyur kawasan Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bogor. Sedangkan wilayah lainnya dipekirakan akan dilanda hujan ringan.

    Malam harinya, terjadi penurunan intensitas hujan meski masih akan tetap dilanda hujan secara merata. Seluruh kawasan Jakarta dan sekitarnya akan terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Hujan lebat dan petir yang terjadi beberapa hari terakhir ini juga menjadi indikasi memasuki pancaroba  dari musim hujan ke kemarau.  Selama masa peralihan ini, cuaca akan terus berubah sehingga masyarakat mesti mewaspadai dampak angin kencang, petir dan hujan deras. (Baca: Bibit Badai Sudah Muncul di Laut Selatan)

    DIMAS SIREGAR

    Terpopuler:

    Kick Andy Pontang-panting Penuhi Order Istana
    Mengapa Habibie Yakin Malaysia Airlines Meledak?
    Wajarkah SBY Menawar Pertanyaan di Kick Andy?  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.