Facebook Tawarkan Pelatihan buat Pejabat Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mark Zuckerberg. AP Photo/Paul Sakuma

    Mark Zuckerberg. AP Photo/Paul Sakuma

    TEMPO.CO, Jakarta - Facebook menawarkan melatih pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memaksimalkan fungsi Facebook. "Mereka ingin membantu kami men-training orang-orang kami bagaimana manfaatkan media Facebook," kata Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jumat, 21 Maret 2014.

    Menurut dia, selama ini orang sering kali tidak maksimal memanfaatkan Facebook. Kepada Ahok, Dan Neary, Wakil Presiden Facebook Asia-Pasifik, ingin menunjukkan cara memanfaatkan Facebook di negara-negara lain. (Baca: Facebook Buka Kantor di Indonesia)

    Untuk menindaklanjuti tawaran ini, Ahok langsung menghubungkan Facebook dengan Dinas Komunikasi dan Informasi. Selanjutnya, teknik pemanfaatan salah satu jejaring sosial terpopuler ini akan diteruskan kepada kalangan penggiat usaha kecil dan menengah (UKM). "Pemasaran produk-produknya manfaatkan Facebook."

    Ahok menyatakan Facebook tak memungut biaya apa pun untuk pelatihan ini. Sebagai timbal balik, kata dia, Facebook ingin menjadikan program ini sebagai pilot project-nya agar ditiru daerah lain. Sebab, liputan media di Jakarta tergolong tinggi.

    Indonesia merupakan pasar keempat terbesar Facebook. Layanan jejaring sosial yang digagas Mark Zuckerberg ini memiliki 65 juta pengguna di Tanah Air.

    ATMI PERTIWI

    Topik terhangat:
    Kampanye 2014 | Jokowi Nyapres | Malaysia Airlines | Pemilu 2014 | Kasus Century

    Berita terpopuler lainnya:
    Transkrip Lengkap Percakapan 54 Menit MH370 
    Inilah Hasil Pengundian Perempat Final Liga Champions
    Video ARB-Marcella, Idrus: Kami Ajak Banyak Orang
    Kisah Baterai Lithium dan 4 Ton Manggis di Bagasi MH370


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?