Usai Diserbu, Stasiun Duri Berjalan Normal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melakukan uji coba E-Gate (gerbang elektronik) dan E-Ticket (tiket elektronik) untuk KRL commuter line di Stasiun Duri, Jakarta Barat, (09/04). TEMPO/ JACKY RACHMANSYAH

    Warga melakukan uji coba E-Gate (gerbang elektronik) dan E-Ticket (tiket elektronik) untuk KRL commuter line di Stasiun Duri, Jakarta Barat, (09/04). TEMPO/ JACKY RACHMANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta - Usai kericuhan terjadi di Stasiun Duri, Jakarta Barat, pihak stasiun langsung mengganti beberapa kaca loket yang pecah akibat diamuk sekelompok pemuda Jumat malam 21 Maret 2014. Namun, hanya tiga kaca loket penjualan tiket yang baru diganti.

    "Untuk kaca peron, mushola, ruangan kepala stasiun, ruang polsus masih menunggu perbaikan," kata Wakil Kepala Stasiun Taufik, saat ditemui di ruangannya, Sabtu 22 Maret 2014. "Yang pasti kami sudah mengganti kaca tiga loket yang dipecahkan pemuda semalam."

    Taufik mengatakan, kejadian terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Kejadian bermula saat lima pemuda yang turun dari kereta commuter line hendak menukar tiket harian berjaminan di loket. Usai menukar tiket, salah seorang pemuda yang diduga mabuk berusaha masuk kembali ke dalam stasiun.

    "Namun saat dihalau petugas keamanan, mereka marah," ujar Taufik. "Dan memicu keributan sampai memecah beberapa kaca, neon box dan mematahkan engsel pintu."

    Para pemuda yang diduga warga setempat ini, kemudian memanggil sekelompok pemuda lainnya. "Caranya dengan bernyanyi-nyanyi dan teriak keras-keras semacam nyari perhatian,kemudian 20 orang lainnya datang dan ikut merusak," kata Abdul Gani, salah seorang petugas keamanan setempat.

    Akibat kejadian itu, dua orang petugas stasiun terluka. Satu terkena luka lemparan batu, dan yang lainnya terkena serpihan kaca. "Mereka rusuh dengan melempar batu dan juga merusak sebagian fasilitas stasiun," ujar Taufik menambahkan.

    Namun, hingga Sabtu sore pukul 17.00, aktivitas stasiun sudah berjalan normal. Berdasarkan pantauan Tempo, loket penjualan tiket patas non commuter masih mengalami keretakan. Sedangkan, 6 ruangan lainnya seperti ruang polsus, kepala stasiun, mushola, peron, ruang informasi masih belum dilengkapi kaca ganti. "Saat ini pelaku sudah diamankan di polsek setempat," ujar Taufik. "Kami belum mengetahui siapa dalangnya."

    REZA ADITYA



    Berita Lainnya:
    Prabowo Akan Besuk Iqbal, Keluarga Punya Satu Permohonan 

    #Caroline Hero, Perlawanan Kejahatan pada Anak 
    Umumkan Capres di Rumah Pitung Jadi Bumerang Buat Jokowi
    Ahok Perketat Dana Rehab Sekolah  


  • KRL
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.