Diprotes Nyapres, Jokowi Harus Beri Penjelasan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden PDI Perjuangan yang juga Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membuka obrolan ringan sebelum memulai kampanyenya di Bandar Lampung, Lampung (22/3). Jokowi dijadwalkan akan menjadi juru kampanye Pemilihan Legislatif PDI Perjuangan disejumlah kawasan diantaranya Lampung Tengah dan Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Joko Widodo akhirnya bisa melakukan kampanyenya setelah sempat batal karena tidak bisa cuti. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Calon Presiden PDI Perjuangan yang juga Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membuka obrolan ringan sebelum memulai kampanyenya di Bandar Lampung, Lampung (22/3). Jokowi dijadwalkan akan menjadi juru kampanye Pemilihan Legislatif PDI Perjuangan disejumlah kawasan diantaranya Lampung Tengah dan Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Joko Widodo akhirnya bisa melakukan kampanyenya setelah sempat batal karena tidak bisa cuti. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Jakarta: Pengamat Komunikasi Politik dari Political Literacy Institute Gun Gun Heryanto mengatakan, Joko Widodo atau Jokowi harus memberikan penjelasan kepada semua orang, baik pendukung maupun yang tidak mendukungnya, mengenai keputusan Jokowi maju ke bursa calon presiden. "Dalam waktu dekat, Jokowi harus berbicara secara terbuka," katanya kepada Tempo, Minggu, 23 Maret 2014.

    Belasan warga Cipinang Muara, Jakarta Timur, berdemonstrasi menolak majunya Jokowi menjadi presiden di perumahan mereka. Para demonstran yang terdiri dari laki-laki ini memakai daster dan menyampaikan orasi mengkritik keputusan Jokowi menuruti keinginan partainya, sehingga tidak memenuhi janji sebagai Gubernur DKI Jakarta.

    Memang gelombang penolakan terhadap pencapresan Jokowi akan tetap ada, kata Gun Gun. Tapi Jokowi diminta untuk tidak bersikap reaktif dan menanggapi semua orang yang mencibir keputusan dia. "Jokowi harus menyampaikan alasan kenapa dia mau maju jadi capres."

    Menurut Gun Gun, ada dua hal yang harus dijelaskan Jokowi kepada semua warga Jakarta, terutama mereka yang menolak Jokowi nyapres. Pertama ialah soal tuduhan Jokowi haus kekuasan dan berambisi duduk di jabatan tertinggi. Kedua, soal tanggung jawab dia sebagai Gubernur DKI Jakarta, katanya meneruskan. "Bagaimana cara dia mempertanggungjawabkan sisa waktunya sebagai Gubernur?"

    Sedangkan terkait dengan serangan dari lawan politiknya, Gun Gun menyarankan agar Jokowi memilah isu mana yang akan dia tanggapi. "Enggak usah semua, soal Batu Tulis, tuduhan dia hanya sebagai subordinat Megawati, itu biar partainya yang menjawab." Sebaiknya, Jokowi tetap bersikap tenang dan tidak melawan dengan sikap negatif, katanya lagi.

    "Kalau reaksi Jokowi negatif malah buruk buat dia, bisa berbalik dan orang akan mencap dia jelek." (Baca juga: Umumkan Capres di Rumah Pitung Jadi Bumerang Buat Jokowi dan Dianggap Galak, Ahok: Apa Saya Kurang Lembut?)

    PRAGA UTAMA



    Berita Lainnya:
    Hadiri Kampanye, Prabowo Muncul Pakai Helikopter 
    Video Bersama Ical Tersebar, Marcella Absen di WWF 
    PDIP: Kampanye Sarkasme Tak Mendidik Rakyat  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.