Brigadir Susanto Pendam Amarah terhadap Atasannya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AKBP Pamudji. TEMPO/Dasril Roszandi

    AKBP Pamudji. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Brigadir Susanto akhirnya mengakui telah menembak atasannya, Ajun Komisaris Besar Pamudji (baca: Komandan Polisi Tewas Ditembak di Mapolda Metro). Alasannya, tersangka kesal karena sebagai atasan Pamudji tidak mengapresiasi tugas yang sudah ia kerjakan. Pengakuan itu disampaikan Susanto kepada penyidik Polda Metro Jaya.

    Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Heru Pranoto mengatakan tersangka tidak menyebutkan secara detail sejak kapan ia memendam kemarahan terhadap korban. "Tapi, setidaknya malam itu, ada dua hal yang membikin tersangka naik darah," kata Heru, Senin, 24 Maret 2014

    Menurut Heru, kekesalan pertama Susanto muncul saat ditegur oleh korban karena tidak mengenakan seragam. Apalagi Pamudji juga menyita senjata apinya.

    Setelah mengenakan seragam, tersangka kembali menemui Pamudji. Sang komandan kemudian memerintahkan tersangka untuk mencari petugas genset karena lampu dan AC di ruang Layanan Markas bermasalah. "Usai menjalankan perintah, tersangka kembali untuk melapor, tapi laporannya tidak dipedulikan," ujar Heru.

    Di sinilah kekesalan tersangka memuncak. "Dia marah karena pekerjaannya tak diapresiasi dan ditanggapi oleh korban," kata Heru. Susanto tak mampu mengontrol emosinya. Ia merebut senjata yang disita Pamudji. Pergulatan terjadi di ruangan piket Layanan Markas dan satu letusan terdengar. "Saat itu peluru mengarah ke atas." (lihat: Penembakan AKBP Pamudji Terekam CCTV)

    Pada letusan kedua, korban langsung terkapar. Peluru mengenai sisi kiri kepala Pamudji. Susanto kemudian keluar dari ruang piket dan bertemu dengan rekannya, Aiptu Dede Mulyani. Saat itu tersangka mengatakan Pamudji bunuh diri.

    Heru menegaskan, pemeriksaan terhadap Susanto belum rampung. Namun, penyidik telah menjerat polisi itu dengan Pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang pembunuhan. Ancaman hukumannya adalah 15 tahun penjara.

    M. ANDI PERDANA

    Berita lain:
    Pilot MH370 Sempat Terima Telepon Wanita Misterius
    Menjawab Soal Marcella-Olivia, Ical Peluk Boneka
    Jokowi Masuk 50 Pemimpin Terhebat Versi Fortune
    Bikin Bahtera ala Nabi Nuh, Siapa Kiai Bajigur?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.