Seharusnya Pulang, Pasien RS Omni Pulomas Lompat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. wikispaces.com

    Ilustrasi. wikispaces.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasien Rumah Sakit Omni Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, nekat melompat dari lantai 5 di rumah sakit tersebut, Ahad, 23 Maret 2014. Akibatnya, pasien bernama Saparudin Siregar (SS), 39 tahun, itu langsung tewas.

    Komite Etik dan Hukum RS Omni, Andreas, menceritakan bahwa pasien SS mendatangi RS Omni pada 20 Maret 2014. Dia didiagnosis mengidap penyakit demam berdarah dengue. "Pasien kemudian dirawat inap dan direncanakan pulang dan berobat jalan pada 23 Maret 2014," kata Andreas di kantornya, Senin, 24 Maret 2014.

    Kemudian, pada 23 Maret 2014, setelah sarapan atau sekitar pukul 08.00, penunggu pasien lain memberitahukan kepada perawat bahwa S melompat dari jendela lantai 5 tempat dia dirawat. "Kami langsung melakukan evakuasi, dan pasien (SS) sempat kami lakukan tindakan di IGD," ujarnya.

    Namun nyawa SS tak dapat tertolong. Dia dinyatakan meninggal pukul 13.25. "Tindakan medis sudah dilakukan maksimal, tapi pasien tidak dapat dipertahankan," kata Andreas.

    Sebelumnya juru bicara Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Komisaris Sri Bhayangkari, mengatakan peristiwa itu terjadi pukul 14.15, Ahad siang. Saparudin yang tengah dirawat di ruangan di lantai 5 karena menderita sakit deman berdarah dengue (DBD) tiba-tiba membuka kaca jendela di ruang perawatannya. "Korban membuka jendela itu kemudian nekat melompat," kata Sri di kantornya, Senin.

    Warga RT 08 RW 01 Kelurahan Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, itu pun langsung meninggal dengan kondisi penuh luka. "Korban terbentur kanopi di lantai 1. Korban menderita lengan kanan patah, perut bagian kanan sobek, pendarahan, dan lengan tangan kiri luka lecet," ujar Sri. "Korban langsung meninggal di lokasi."

    Belum diketahui secara pasti motif Saparudin mengakhiri hidupnya dengan cara melompat. "Korban sudah empat hari dirawat karena sakit DBD," kata Sri. Kini jenazah Saparudin masih berada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Kasus ini masih diselidiki Kepolisian Sektor Pulogadung.

    AFRILIA SURYANIS

    Berita Terpopuler
    Diprotes Nyapres, Jokowi Harus Beri Penjelasan
    Brigadir Susanto Pendam Amarah terhadap Atasannya 
    Warga Keberatan Kenaikan NJOP
    Polisi Imbau Tempat Hiburan Awasi Pengunjung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.