Jadi Capres, Jokowi Diminta Mundur dari Gubernur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden PDI Perjuangan dan juga Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memakai sepatunya sebelum memulai kampanyenya di Bandar Lampung, Lampung (22/3). Jokowi dijadwalkan akan menjadi juru kampanye Pemilihan Legislatif PDI Perjuangan disejumlah kawasan diantaranya Lampung Tengah dan Tulang Bawang, Provinsi Lampung. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Calon Presiden PDI Perjuangan dan juga Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memakai sepatunya sebelum memulai kampanyenya di Bandar Lampung, Lampung (22/3). Jokowi dijadwalkan akan menjadi juru kampanye Pemilihan Legislatif PDI Perjuangan disejumlah kawasan diantaranya Lampung Tengah dan Tulang Bawang, Provinsi Lampung. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi DKI Jakarta mengimbau Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk mengundurkan diri dari jabatannya. "Kami tidak melarang dan menghalang-halangi dia mau mencalonkan diri jadi presiden, tapi ada etikanya," kata anggota DPRD dari Fraksi PPP, Maman Firmansyah, kepada Tempo, Selasa, 24 Maret 2014.

    Maman mengatakan sebetulnya tidak ada kewajiban terhadap Jokowi untuk meletakkan jabatannya lantaran maju sebagai calon presiden. "Soal kepala daerah yang ikut pemilihan umum harus mundur atau tidak, memang belum diatur dalam undang-undang," ujarnya. "Tapi kami khawatir tugas-tugas dia sebagai gubernur malah terbengkalai." (Baca: Diserang Lawan Politik, Jokowi: Aku Rapopo  

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah dideklarasikan sebagai calon presiden oleh partainya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Namun sikap Jokowi belum jelas, apakah dia akan mundur dari jabatannya sebelum bertarung dalam pemilu presiden Juni nanti atau tidak. Jokowi juga belum mengajukan cuti terkait dengan jadwal kampanye yang akan diikutinya. (Baca: Jawaban Jokowi Soal Protes Deklarasi Rumah Pitung)

    "Mungkin dia mau melihat hasilnya dulu. Kalau menang (pemilu), baru mundur. Dan kalau kalah, ya, balik lagi." Namun, kata Maman, jika hal itu yang dipilih Jokowi, roda pemerintahan di DKI Jakarta bakal terancam. "Itu artinya dia bakal cuti lama. Takutnya banyak masalah yang terbengkalai, soalnya wakil gubernur kan tidak punya kapasitas dan wewenang sebesar gubernur." (Baca: Tiap Akhir Pekan Maret, Jokowi Libur Blusukan dan Pengamat: Jokowi Jadi Jurkam, Kerja Tak Terganggu)

    Maman berharap Jokowi akan segera menegaskan sikapnya agar roda pemerintahan di Ibu Kota bisa tetap terjaga. "Jangan sampai dia jadi memainkan jabatannya, apalagi dia kan disorot. Bisa-bisa ketidakjelasan sikap Jokowi ini ditiru kepala daerah lain yang maju dalam pemilihan umum lain." (Baca juga: Jadi Gubernur, Ahok Tak Takut Dimakzulkan DPRD dan Jadi Gubernur, Ahok Harus Waspadai Hal-hal Ini)



    PRAGA UTAMA

    Berita Lainnya:
    Jadi Gubernur, Ahok Tak Takut Dimakzulkan DPRD
    Kata Nachrowi Ramli Soal Jokowi Pakai Rumah Pitung
    Kata Ahok, Hubungannya dengan Lulung Makin Mesra


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.