Petani dan Anaknya Jadi Kurir Sabu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Anti Narkoba Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) Dewi Persik menunjukan plastik berisi Sabu-sabu ketika pemusnahan barang bukti tersebut di Jakarta, Rabu (19/12). ANTARA/M Agung Rajasa

    Duta Anti Narkoba Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) Dewi Persik menunjukan plastik berisi Sabu-sabu ketika pemusnahan barang bukti tersebut di Jakarta, Rabu (19/12). ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Lantaran pendapatan yang pas-pasan dari bertani, seorang bapak beranak 13 nekat menjadi kurir sabu bersama salah satu anaknya, Sofyan, 47 tahun, warga Desa Danau Sijabut, Asahan, Sumatera Utara tersebut tergiur menjadi kurir narkoba setelah tahu pendapatan besar yang didapat anaknya setiap kali mengantar narkoba.

    "Awalnya anak saya yang jadi kurir, saya lalu ikut sama dia," ucap Sofyan di kantor Badan Narkotika Nasional, Cawang, Jakarta Timur, 26 Maret 2014. "Sekali mengambil dan mengantar sabu kami diberi upah Rp 7 sampai Rp 10 juta."

    Sofyan mengaku baru dua kali terlibat dalam jaringan ini. Untuk pekerjaannya itu, dia baru mendapat bayaran sebesar Rp 2 juta. "Janjinya mau dikasih Rp 8 juta." Tapi belum juga dibayar secara penuh dan menikmati uang itu, dia keburu ditangkap petugas BNN. "Saya terpaksa begini karena hidup pas-pasan, sekarang kapok."

    Sofyan ditangkap petugas BNN pada 9 Maret 2014 lalu, berdasarkan hasil pengembangan dari penangkapan kelompok kurir sabu yang dipimpin Dayat, 39 tahun, warga Medan. Dayat mengaku mengambil sabu asal Malaysia dari perairan Tanjung Balai di Sumatera Utara menggunakan perahu. Sebagian narkoba itu kemudian diambil Bambang, teman anak Sofyan. "Saya lalu simpan di hutan, untuk diambil kurir lain," kata Sofyan.

    Dayat bersama Doni ditangkap di sebuah pul bis tujuan Jawa pada 6 Maret 2014. Mereka ditangkap tim BNN yang sudah mengincar mereka. Kepada wartawan, Dayat yang bekerja sebagai kuli serabutan juga mengaku tergoda melakukan pekerjaan kotor ini karena butuh biaya untuk keluarganya. "Pendapatan saya kurang, buat makan sehari-hari saja susah," tuturnya.

    Direktur Psikotropika dan Prekursor BNN, Komisaris Besar Polisi Agus Sofyan Abdi, di kantornya, mengatakan jaringan kurir Medan ini merupakan jaringan lama yang memasok sabu ke kota-kota besar di Jawa. "Tujuannya ke Jakarta, Yogyakarta, Solo, bahkan sampai Bali." Mereka membawa sabu itu menggunakan bus dan disimpan dalam kemasan plastik biasa. Seluruh tersangka terancam hukuman penjara seumur hidup. "Sama saja seperti bandar," dia menjelaskan.

    PRAGA UTAMA

    Topik terhangat:
    Kampanye 2014 | Jokowi Nyapres | Malaysia Airlines | Pemilu 2014 | Kasus Century

    Berita terpopuler lainnya:
    MH370 Turun dari Ketinggian karena Ada Lubang?
    Di Rumah Gus Dur, Jokowi Sempat Bantu Angkat Kursi 
    Puing MH370 Ada di Celah Gunung Api Bawah Laut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.