Minggu, 19 Agustus 2018

Tips Menghindari Ranjau Paku  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lima kilogram paku terkumpul usai anggota tim sapu bersih (Tim Saber) menyapu ranjau-ranjau paku dengan menggunakan magnet yang bertebaran di Jalan Panjaitan By Pass, Jakarta, (26/03). TEMPO/Dasril Roszandi

    Lima kilogram paku terkumpul usai anggota tim sapu bersih (Tim Saber) menyapu ranjau-ranjau paku dengan menggunakan magnet yang bertebaran di Jalan Panjaitan By Pass, Jakarta, (26/03). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator penyapu ranjau paku di jalanan Ibu Kota, Tim Sapu Bersih alias Saber, Abdul Rohim, membeberkan sejumlah tips agar kendaraan kita tidak mudah bocor terkena ranjau paku. Rohim yang sudah lima tahun lebih menyisir jalanan di Jakarta secara sukarela bersama 30 anggota timnya itu, bisa mengidentifikasi aneka jenis ranjau paku dan cara menghindarinya.

    "Saking seringnya menyisir ranjau paku, kami juga bereksperimen bagaimana ranjau-ranjau itu bisa merusak ban," kata Rohim. Menurut dia, saat ditemui di kawasan Cawang sambil menyisir ranjau paku, Rabu, 26 Maret 2014, kecepatan kendaraan berpengaruh terhadap efektivitas kerusakan akibat ranjau paku. "Kalau ngebut, ranjau paku mudah menancap ke ban kendaraan jika terlindas."

    Rohim menuturkan, biasanya ranjau paku yang berbentuk panjang, dengan ukuran 2-5 sentimeter hanya akan menancap pada ban kalau kecepatan kendaraan di atas 40 kilometer per jam. "Semakin cepat kendaraan, paku yang terlindas akan berdiri sehingga mudah menancap di ban." Jadi lebih baik berkendara dengan perlahan, terutama di wilayah yang dikenal sebagai kawasan rawan ranjau paku, kata dia.

    Selain itu, ranjau paku sering kali ditebar dengan cara disembunyikan di benda-benda yang terlihat seperti sampah, atau di retakan dan lubang di jalan raya. "Kalau lihat plastik, sendal, atau sampah di jalan raya sebaiknya jangan dilindas karena bisa berisi paku, saat melewati jalan berlubang juga sebaiknya pelan-pelan.", menurut Rohim

    Adapun untuk mengurangi risiko kecelakaan karena ban kempis atau pecah akibat ranjau paku, Rohim menyarankan pemilik sepeda motor atau mobil mengganti ban dengan jenis tubeless. "Ban tubeless atau tanpa ban dalam lebih aman kalau bocor, karena angin tidak langsung berkurang."  Ada baiknya juga, dia menambahkan, pemilik motor dan mobil menyiapkan alat penambal ban darurat di bagasinya yang sudah banyak dijual. "Jadi enggak usah ke tukang tambal ban."

    PRAGA UTAMA

    Topik terhangat:
    Kampanye 2014 | Jokowi Nyapres | Malaysia Airlines | Pemilu 2014 | Kasus Century

    Berita terpopuler lainnya:
    MH370 Turun dari Ketinggian karena Ada Lubang?
    Di Rumah Gus Dur, Jokowi Sempat Bantu Angkat Kursi 
    Puing MH370 Ada di Celah Gunung Api Bawah Laut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Fakta Pembukaan Asian Games 2018

    Pembukaan Asian Games 2018 yang spektakuler menuai pujian dari warganet. Ini fakta-faktanya.