Beda Reaksi Jokowi dan Ahok Saat Hadapi Masalah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kiri) dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama. TEMPO/Subekti

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kiri) dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak butuh waktu sampai setahun buat Joko Widodo atau Jokowi untuk tancap gas sebagai Gubernur Jakarta. Dia langsung beraksi blusukan. Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pun begitu. Kebagian tugas menjaga anggaran, Ahok langsung semprot sana-sini tanpa tedeng aling-aling.

    Berikut sejumlah persoalan yang dihadapi Jokowi dan Ahok selama mempimpin Ibu Kota. Jelas terlihat perbedaan "pembawaan" keduanya.

    1. Sewa stan Rp 4 miliar di Pekan Raya Jakarta, Juni 2013
    Jokowi:
    "Masak pemilik disuruh membayar stan, tapi tidak diberi dividen. Logikanya apa?"
    Ahok:
    "Sudah berapa tahun kita dikadalin. Kita bisa minta KPK, BPK, BPKP memeriksa, apakah benar dia rugi. Kalau rugi, kita ambil alih."

    2. Proyek monorel masih mangkrak pasca-regroundbreaking, Oktober 2013
    Jokowi:
    “Saya meneliti benar poin-poin perjanjian kerja sama agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak merugi. Ini masih dinegosiasikan.”
    Ahok:
    “Mereka, PT Jakarta Monorail, itu dapat kemurahan hati Pak Jokowi sehingga bisa mengerjakan lagi. Tunggu saja kalau saya jadi gubernur.”

    3. Rencana bikin danau di Depok yang ditolak, November 2013
    Jokowi:
    "Wong kita ini berada dalam lingkup NKRI, toh. Jangan parsial lagi, sudah harus terintegrasi," katanya.
    Ahok:
    "Air lu tuh buangnya ke Jakarta, Bos!"

    4. Pengadaan bus baru dari Cina yang bermasalah, Februari 2014
    Jokowi:
    "Saya mau cek bersama tim penerimaan barang. Saya suruh cek semua."
    Ahok:
    "Mungkin ada oknum yang menerima barang itu disogok. Karena secara logika, kalau beli mobil atau motor saja tidak ada yang mau beli kalau karatan."

    5. Normalisasi bantaran sungai, Februari 2014
    Jokowi:
    "Problemnya, rusun kami tak siap."
    Ahok:
    "Usir semua orang yang dudukin pinggiran sungai."

    6. Sebagian warga mengeluhkan kenaikan pajak bumi dan bangunan akibat kenaikan NJOP, Maret 2014
    Jokowi:
    "Kalau masih kaget, kita berikan keringanan. Kan, wewenang gubernur memberi keringanan."
    Ahok:
    "Kalau kamu buat kehidupan enggak cukup, ya kamu jual, dong. Beli yang lebih kecil, terus sisanya didepositokan. Itu aku kasih tahu cara cari duit."

    EVAN | PDAT, Sumber Diolah Tempo

    Topik terhangat:
    MH370 | Kampanye 2014 | Jokowi | Prabowo | Dokter TNI AU

    Berita terpopuler lainnya:
    Terdeteksi 122 Obyek, Puing MH370?
    7 Media Ini Dituding Berpihak dan Tendensius
    Abraham Samad Bingung, Bisakah KPK Periksa SBY?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.