Waspada Hujan di Hari Minggu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang berjalan keluar stasiun usai menaiki Kereta Commuter line (KRL) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, (19/1). Stasiun Tanah Abang terendam banjir akibat dari curah hujan yang tinggi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Penumpang berjalan keluar stasiun usai menaiki Kereta Commuter line (KRL) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, (19/1). Stasiun Tanah Abang terendam banjir akibat dari curah hujan yang tinggi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi Anda yang hendak bepergian di Ahad siang, ada baiknya membawa payung. Sebab, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperkirakan akan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di Jakarta dan sekitarnya, hari ini, 30 Maret 2014.

    Menurut situs BMKG, cuaca seluruh wilayah Jakarta pagi ini cerah berawan. Hujan yang diperkirakan turun pada siang hari di Jakarta Pusat, Selatan, Timur, dan Utara. Hanya Jakarta Barat yang diperkirakan berawan sepanjang hari ini.

    Hujan yang mengguyur wilayah Jakarta Selatan siang berintensitas sedang. Sedangkan, Jakarta Pusat, Timur dan Utara cuma diguyur hujan ringan. Hujan hanya akan turun di siang hari, karena pada malam harinya seluruh wilayah Jakarta diperkirakan kembali berawan.

    Pada siang hari, suhu Jakarta berkisar antara 23-33 derajat celcius,. Kelembaban udara berada diantara 70-90 persen. Siang hari, hujan juga akan mengguyur wilayah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Namun, di Bogor, Depok, dan Bekasi, hujan akan turun lebih deras. Warga di bantaran Kali Ciliwung diimbau mewaspadai banjir, karena hujan di Bogor diperkirakan berlangsung hingga malam hari.

    AFRILIA SURYANIS

    Berita Terpopuler
    Kenapa Penculik Bayi Loncat dari Flyover Pasupati?  
    Jokowi: Indonesia Harus Berani Stop Impor Sapi  
    Ini Aksi Bohong Penculik Bayi 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.