Libur Panjang, Jalur ke Bandung Lancar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan terjebak macet di Pamucatan, Nagreg, Bandung, Jawa Barat, (10/8). Kemacetan ini disebabkan karena volume kendaraan wisatawan yang ingin menuju ke Garut dan Tasikmalaya. TEMPO/Prima Mulia

    Kendaraan terjebak macet di Pamucatan, Nagreg, Bandung, Jawa Barat, (10/8). Kemacetan ini disebabkan karena volume kendaraan wisatawan yang ingin menuju ke Garut dan Tasikmalaya. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Perayaan hari raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1936, yang jatuh pada Senin, 31 Maret 2014 menyambung libur akhir pekan ini. Namun, libur tiga hari ini tidak membuat jalur ke arah Bandung macet, Ahad, 30 Maret 2014.

    General Manager Tol Purbaleunyi (Puwakarta-Bandung-Cileunyi) Ricky Distawardhana mengatakan belum ada titik kemacetan di jalan tol yang mengarah ke Bandung. "Kondisi sekarang masih lancar di kedua arah, baik ke Bandung maupun Jakarta," kata Ricky kepada Tempo, Ahad, 30 Maret 2014.

    Berdasarkan pantauan PT Jasa Marga, kepadatan kendaraan menuju Bandung sempat terjadi pada pukul 09.00. Kepadatan kendaraan itu disebabkan oleh adanya kecelakaan di lajur darurat atau sisi kiri Jalan Tol Purbaleunyi Kilometer 67 arah Bandung. Kepadatan mulai terjadi di Kilometer 65.

    Kemudian, pada pukul 10.30, kemacetan kembali terjadi menjelang Dawuan, atau tepatnya di kilometer 67+800 arah Bandung, karena ada kendaraan truk tronton B-9356-UYW yang mogok. Akibatnya, pengemudi melambatkan laju kendaraannya karena hanya ada satu jalur yang dapat dilintasi. (Baca: Macet, Jalur Puncak Dibuka Satu Arah)

    AFRILIA SURYANIS



    Berita Lainnya:
    Jimly: Masyarakat Jangan Memilih karena Hasil Survei
    Dukun Belitung Sepakat Tolak Bantu Calon Legislator
    Mugi: Bondan 'Maknyus' Bela Rezim Otoriter  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.