Libur Panjang, Penumpang Kereta Naik 10 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon penumpang memadati ruang tunggu penumpang di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat (3/8). Peningkatan jumlah pemudik ini dikarenakan adanya penambahan kereta dan kemudahan sistem booking online KAI. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Sejumlah calon penumpang memadati ruang tunggu penumpang di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat (3/8). Peningkatan jumlah pemudik ini dikarenakan adanya penambahan kereta dan kemudahan sistem booking online KAI. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Libur panjang akhir pekan akibat hari raya Nyepi membuat jumlah penumpang kereta meningkat 10 persen. Juru bicara PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional I, Agus Komarudin, mengatakan jumlah penumpang naik 2000-3000 orang dibanding hari biasa.

    Dia menyebutkan sebanyak 25.800 tiket kereta sudah ludes untuk jadwal keberangkatan 29 Maret 2014. "Dibelinya sejak Januari-Februari. Kebanyakan tujuan DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur," katanya, Ahad 30 Maret 2014.

    Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI menambah sejumlah gerbong. Menurut Agus, PT KAI menambah gerbong kereta ekonomi dari delapan menjadi sembilan dengan kapasitas 106 tempat duduk per gerbong. (baca:Libur Nyepi, Sisa Tiket Kereta Hanya ke Jawa Barat)

    Penambahan gerbong dilakukan pada kereta Tawang Jaya tujuan Poncol, Semarang; Kotajaya Utara tujuan Kutoarjo, Purworejo; Majapahit tujuan Malang. KAI juga menambah satu rangkaian kereta Jaka Tingkir dari Yogyakarta.

    Arif, staf pelayanan pelanggan KAI di Stasiun Gambir, mengatakan peningkatan jumlah penumpang di tempat kerjanya sudah tampak sejak Jumat lalu. Pantauan Tempo, meski stasiun ramai, penumpang tidak sampai membeludak. Tak semua tempat duduk di ruang tunggu terisi.

    Menurut Agus, penumpang saat ini sudah paham bahwa mereka tidak perlu lagi menggerombol di stasiun. "Mereka baru datang satu jam sebelum kereta berangkat," katanya. (Baca: Besok, Tiket Kereta Ekonomi Dapat Diskon)

    ATMI PERTIWI



    Berita Lainnya:
    Remy Sylado Kritik Keppres Soal Tiongkok
    Ini Alasan Bondan 'Mak Nyus' Bela Prabowo  
    PKS: Survei Menolak Ahok Bukan Sikap Resmi  
    Ibu Terduga Penculik Bayi di RS Hasan Sadikin Syok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.