Bocah IS Alami Trauma Psikologis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sxc.hu

    Sxc.hu

    TEMPO.CO , Jakarta: Psikolog Dadang Hawari mengatakan bocah IS, 3,5 tahun, menderita trauma psikoligis akibat siksaan yang dilakukan Dadang Supriyatna, 29 tahun. Jenis trauma ini membutuhkan pendampingan psikiater anak agar traumanya tak berlanjut.

    "IS mengalami trauma psikologis," kata Dadang saat dihubungi, Minggu, 30 Maret 2014. Pernyataan Dadang tersebut terkait dengan gejala-gejala yang ditunjukkan IS di ruang perawatan. (Baca: Bocah IS Masih Belum Bisa Berkomunikasi)

    Pantauan Tempo, IS yang masih terbaring di ruang ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) Rumah Sakit Umum Daerah Koja, Jakarta Utara, belum dapat diajak berkomunikasi. Matanya terus-menerus menatap lurus ke langit-langit seolah menghindari interaksi dengan orang lain. Saat tidur, IS gelisah karena seringkali meringis dan merintih kesakitan.

    Dadang menuturkan, anak-anak secara alamiah membutuhkan rasa aman dan terlindungi. IS yang gagal mendapatkan keduanya harus didampingi psikiater. Alasannya, trauma dapat berlangsung seumur hidup. Terlebih, usia IS masih dalam masa pertumbuhan. "Harus diobati mumpung masih masa pertumbuhan," kata Dadang. (Baca: IS Akan Direhabilitasi untuk Pulihkan Depresinya)

    Dadang yang mengenal ibu IS sekitar satu bulan, sakit hati lantaran perempuan itu memperkenalkan lelaki lain kepadanya. Ia lantas menculik IS dan menyuruhnya mengamen. Dadang kerap menyiksa IS jika ia tak membawa pulang jumlah uang yang ditargetkannya.

    LINDA HAIRANI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?