Juliana Takut bertemu Penganiaya Balita IS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak (childline.gi)

    Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak (childline.gi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus penyiksaan sadis yang dilakukan Dadang Supriyatna, 29 tahun, pada balita IS kini ditangani Kepolisian. Bukan cuma IS yang trauma dengan kekejaman Dadang, wajah Dadang pun bikin Juliana ketakutan.

    Juliana, 32 tahun, adalah perempuan yang membawa IS ke Puskesmas Pademangan, Jakarta Utara. Dia menemukan IS (3,5 tahun) bersama Dadang di halte busway di depan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Kondisi IS saat itu sangat memprihatinkan. Belakangan diketahui Dadang adalah penganiaya balita malang tersebut.

    "Saya bilang ke polisi, saya siap jadi saksi, tapi jangan sampai nanti sidang di pengadilan saya ketemu muka lagi sama Dadang," kata Juliana kepada Tempo, Minggu, 30 Maret 2014. (Baca: Kronologi Penemuan Iis, Ibu Bocah IS)

    Kekhawatiran Juliana punya alasan. Dia takut Dadang marah pada dirinya karena kasus IS membawa Dadang pada proses hukum. "Saya khawatir Dadang balas dendam pada saya," kata Juliana.

    Sebenarnya Juliana tak menyangka bahwa pertolongannya pada IS akan membuat Dadang berurusan dengan polisi atas kasus penganiayaan IS. Karyawan sebuah perusahaan swasta itu menemukan IS yang saat itu dalam kondisi kejang pada pertengahan Maret lalu. Dengan menggunakan ojek, Juliana pun membawa IS ke Puskesmas Pademangan untuk memberi pertolongan. Belakangan diketahui kondisi IS penuh luka akibat penganiayaan kejam yang dilakukan Dadang. (Baca:Ibu IS Tuturkan Dadang Sering Kasar pada Anaknya)

    Pihak puskesmas lantas merujuk IS ke RSUD Koja, Jakarta Utara. Sempat kritis, kondisi IS kini berangsung membaik. Pihak Kepolisian pun telah menemukan ibunda IS, Iis Novianti, dan mempertemukan keduanya pada Sabtu, 29 Maret 2014.

    Dari penyidikan polisi, Dadang mengaku menculik dan menganiaya IS karena sakit hati Iis menjalin cinta dengan pria lain. Iis pernah berpacaran dengan Dadang setelah suaminya meninggal beberapa tahun sebelumnya.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.