Hari Ketiga Long Weekend, Bogor Masih Macet  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemacetan di jalur keluar pintu tol Gadog, Ciawi, menuju kawasan Puncak, Bogor. ANTARA/Arif Firmansyah

    Kemacetan di jalur keluar pintu tol Gadog, Ciawi, menuju kawasan Puncak, Bogor. ANTARA/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Bogor - Libur akhir pekan yang disambung dengan libur Hari Raya Nyepi membuat kondisi arus lalu lintas di Kota Bogor selama tiga hari dikepung macet. Antrean ribuan kendaraan roda empat dan roda dua nyaris tidak bergerak memadati seluruh ruas jalan protokol dan semua jalur alternatif di Kota Bogor. Bahkan, kemacetan itu sudah terjadi sejak dari pintu/gerbang Tol (GT) Bogor.

    Kepala Satuan Lalu Lintas Polisi Resor Bogor Kota Ajun Komisaris Bramsetyo mengatakan kemacetan diakibatkan membeludaknya volume kendaraan bermotor yang menyerbu Kota Bogor. "Selama tiga hari ini ruas jalan di Kota Bogor diserbu kendaraan yang didominasi berpelat nomor Jakarta (Nopol B), baik roda empat maupun roda dua," kata dia, Senin, 31 Maret 2014.

    Bram mengatakan, selain wisatawan, ada juga ada beberapa partai politik yang menggelar kegiatan kampanye terbuka di sejumlah lokasi Kota Bogor. Ditambah lagi banyaknya warga keturunan Tiong Hoa yang melakukan ritual Cheng Beng. "Kemacetan yang sangat parah terjadi pada Sabtu dan Minggu kemarin," katanya lagi. 

    Pada hari ini, antrean panjang kendaraan terjadi sejak pukul 08.00. Kemacetan terjadi sejak gerbang Tol Jagorawi, Jalan Raya Pajajaran, Bunderan Ekalokasari hingga Jalan Raya Tajur. Kemacetan pun terjadi di Jalan Siliwangi, Batu Tulis, hingga Jalan Pahlawan. Pemandangan yang sama ada di Cipaku, Pamoyanan, Cihideung, Rancamaya, yang merupakan jalur alterternatif ke Sukabumi. (Baca juga: Ragunan Kebanjiran Pengunjung)

    M SIDIK PERMANA

    Terpopuler:
    Kecewa Jokowi, Pro-Mega Boikot Kampanye PDIP
    KPK Soroti Fasilitas Pesawat Dipakai Kampanye SBY
    Jokowi: PDIP Harus Menang Total di Pileg
    Pengeroyokan Dokter, Letnan Dika Tak Terlibat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.