Di Bekasi, Harga Cabai Naik 200 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang tertidur disamping cabai di kawasan Pasar Senen, Jakarta, Rabu (3/7). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pedagang tertidur disamping cabai di kawasan Pasar Senen, Jakarta, Rabu (3/7). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Bekasi - Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kota Bekasi naik sejak beberapa pekan terakhir. Kenaikan mencapai 200 persen dari harga normal. "Harga cabai rawit merah Rp 90 ribu per kilogram," kata seorang pedagang di Pasar Baru Bekasi, Wagimen, 50 tahun, Senin, 31 Maret 2014.

    Wagimen mengungkapkan harga normalnya Rp 35 ribu per kilogram. Namun kenaikan terus berlangsung secara bertahap. Sebelumnya harga cabai rawit merah sudah tembus hingga Rp 60 ribu per kilogram. "Sudah sebulan ini harga cabai terus naik," katanya. "Kalaupun ada yang beli, paling beli hanya 1 ons, tidak sampai sekilo."

    Hal yang sama juga terjadi di Pasar Kranji, Bekasi Barat. Seorang pedagang, Nur, 48 tahun, mengatakan dirinya terpaksa menjual cabai rawit merah dicampur hijau sehingga dapat dijual lebih rendah, yakni Rp 70 ribu per kilogram. "Ini namanya cabai oplosan, harganya lebih murah," katanya. Kenaikan harga tersebut dikeluhkan karena pembeli semakin berkurang. Ujung-ujungnya keuntungan terkoreksi.

    Kepala Dinas Perekonomian Rakyat Kota Bekasi Cecep Suherlan mengatakan kenaikan harga dipicu stok cabai di pasar induk tak stabil. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengawasi harga pasaran cabai. "Semoga stok cabai dari sentranya ke pasar induk segera stabil sehingga harga cabai rawit merah akan kembali normal," kata Cecep.

    ADI WARSONO

    Terpopuler:
    Kecewa Jokowi, Pro-Mega Boikot Kampanye PDIP 
    KPK Soroti Fasilitas Pesawat Dipakai Kampanye SBY
    Jokowi: PDIP Harus Menang Total di Pileg 
    Pengeroyokan Dokter, Letnan Dika Tak Terlibat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.