Juni, Ahok Ubah Puskesmas Menjadi Rumah Sakit Tipe D

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berencana mengubah puskesmas kecamatan menjadi setara rumah sakit tipe D, sehingga kualitas pelayanan kesehatannya lebih baik.

    "Sebab di tahun 2025 diprediksi terjadi bonus demografi," kata Ahok, sapaan akrab Basuki, di hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin, 31 Maret 2014.

    Menurut Ahok, pada kurun waktu tersebut hingga 2035 akan terjadi ledakan usia produktif di Indonesia. Untuk mempersiapkan hal tersebut bisa dimulai dari sektor kesehatan dan pendidikan. Langkah ini dilakukan sekaligus mendukung program sistem jaminan sosial nasional. Sebab, salah satu prioritas dari sistem ini adalah meratanya pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

    "Nah kami sudah memulai dengan Kartu Jakarta Sehat yang setelah dilihat banyak penggunanya," kata mantan Bupati Belitung Timur ini.

    Konsekuensinya, dia melanjutkan, butuh ruang lebih banyak untuk kelas 3. Tujuannya, agar masyarakat miskin juga terlayani. Sebab asuransi nasional ini hanya menanggung perawatan kelas 3. "Makanya kalau rumah sakit kesulitan menambah ruang kelas 3, puskesmas disulap jadi tipe D," ujarnya.

    Kepala Dinas Kesehatan Dien Emmawati mengatakan uji coba akan dilakukan tiga bulan lagi sekitar Juni. "Ada 18 puskesmas kecamatan untuk uji coba," ujarnya. Jumlah puskesmas di DKI Jakarta ada 348 unit, dengan rincian 340 puskesmas kelurahan dan 44 puskesmas kecamatan.

    SYAILENDRA

    Terpopuler:
    The Raid Dilarang Tayang di Malaysia

    MH370 Terkuak Jika Kotak Hitam Tersambung Satelit
    Yenny Wahid Sarankan Ahok Lebih Santun dan Sopan




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.