Sepupu IS Mengaku Miris Melihat Pemberitaan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak (childline.gi)

    Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak (childline.gi)

    TEMPO.CO, Depok  - Sepupu dekat IS--bocah yang dianiaya oleh penculiknya--Asyif Adnin, 13 tahun, mengaku tak mampu menahan tangis ketika mengetahui IS menjadi korban penganiayaan. Apalagi, ketika ibunya, Ira Maryani, memperlihatkan foto kondisi tubuh dan kesehatan IS padanya. (baca: IS, Bocah Dianiaya Kekasih Ibunya, Dirawat di Koja).

    "Saya kaget dan sedih, langsung nangis lihat fotonya," kata Asyif saat ditemui di rumahnya, Gang Dodol Nomor 43 RT 4 RW 4, Kelurahan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Selasa, 1 April 2014.

    Siswi MTS Alhamdaniah ini mengatakan tidak menyangka IS akan menjadi korban penculikan dan penganiayaan. Ia masih ingat ketika IS dan Ibunya, Iis Novianti, 30 tahun, menginap di rumah mereka beberapa bulan lalu. "Iya sangat aktif, senang sekali main dengannya," katanya.

    IS diculik dan disiksa oleh mantan pacar ibunya, Dadang Supriyatna, 29 tahun. Dadang sakit hati lantaran Iis justru mengenalkan lelaki lain kepadanya. Saat ini Dadang sudah ditahan di Markas Polres Jakarta Utara.

    Asyif merasa miris jika menonton pemberitaan tentang IS. "Ngeri sekali," katanya sedih. Apalagi, kata dia, IS disuruh mengemis di jalan. "Disuruh mengemis juga. Pas Ibu pulang kemarin, langsung diceritain dan saya nangis." (Baca: Ini Alasan Juliana Selamatkan Bocah IS)

    Dia juga berharap IS cepat sehat kembali agar bisa bermain bersama. IS, kata Asyif, pernah bilang pengin cepat masuk sekolah. "Dia kan masih kecil, tapi pengin masuk sekolah," katanya. (Baca juga: Iis Suka Mengigau Anaknya, IS, Saat Tidur)

    ILHAM TIRTA



    Berita Lainnya:
    Ibunda IS Tak Memafkan Penganiaya Anaknya
    Satu Perampok Alfamart Dibekuk Warga
    Ahok 'Adu Kuat' dengan Pelaku Vandalisme


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.