Kasus Penganiayaan IS, Iis Sudah Memaafkan Dadang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • dailymail.co.uk

    dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Iis Novianti, 30 tahun, sudah melupakan perbuatan mantan pacarnya, Dadang Supriyatna yang menganiaya anaknya, IS. Bocah 3,5 tahun itu diculik dan dianiaya oleh pria asal Rengasdengklok, Karawang hingga mengalami luka di sekujur tubuhnya. (Baca:IS, Bocah Dianiaya Kekasih Ibunya, Dirawat di Koja)

    "Sudah memaafkan Dadang?" ujar salah seorang wartawan. Iis pun menjawab pertanyaan tersebut tanpa perasaan masygul: "Iya sudah," kata dia di Rumah Sakit Umum Daerah Koja, Jakarta Utara, Selasa, 1 Maret 2014. (Baca: Ini Alasan Juliana Selamatkan Bocah IS)

    Iis datang ke RSUD Koja sekitar pukul 10.30. Dengan menggunakan jaket berwarna merah, dan jilbab berwarna cokelat ia didampingi kakaknya Ira Marliani, 36 tahun, serta dari pihak Dinas Sosial.

    Setibanya di rumah sakit, ia sempat tidak diperbolehkan menemui anaknya. Namun, sekitar pukul 12.00 ia diperbolehkan ketemu dengan IS. Sekitar 10 menit ia diperkenankan meluapkan perasaannya kepada IS. Ia terlihat memeluk dan mencium anaknya tersebut. Tidak lama ia pun keluar dan berbarengan dengan itu, IS menangis dan berteriak: "Mama". (Baca: Iis Suka Mengigau Anaknya, IS, Saat Tidur)

    Dewi Iriani, dokter yang menangani penyembuhan IS, menyatakan, perkembangan kondisi bocah itu cukup menggembirakan. IS sudah mulai bisa menggerakan anggota tubuhnya dan belajar duduk. Tapi, secara psikis IS masih butuh perawatan. Ia pun mengimbau agar keluarga tak berinterkasi dahulu dengan IS. (Baca: Meski Sudah Membaik, IS Belum Pulih Sepenuhnya )

    ERWAN HERMAWAN



    Berita Lainnya:
    Alam Bawah Sadar Mendeteksi Kebohongan
    Belasan Ribu Relawan Siap Perangi Money Politic
    Temui Demonstran, Jokowi: Biar Cepat Pulang
    Putin Tarik Pasukan Rusia dari Crimea
    Ingin Kaya, Pria Ini Umpankan Testisnya ke Hyena


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.