Polisi Rekonstruksi 15 Adegan Pembunuhan Pamudji  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian merapikan tulisan pada karangan bunga di mobil jenazah yang membawa almarhum  AKBP Pamudji di rumah kediaman, Cijantung, Jakarta Timur (19/03). Korban ditemukan sekitar pukul 21.50 WIB di tempat bertugas dengan luka tembak di pelipis.  TEMPO/Dasril Roszandi

    Petugas kepolisian merapikan tulisan pada karangan bunga di mobil jenazah yang membawa almarhum AKBP Pamudji di rumah kediaman, Cijantung, Jakarta Timur (19/03). Korban ditemukan sekitar pukul 21.50 WIB di tempat bertugas dengan luka tembak di pelipis. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta: Polisi melakukan rekonstruksi pembunuhan Kepala Pelayanan Markas AKBP Pamudji pada, Selasa sore, 1 April 2014. Dalam rekonstruksi tersebut diperagakan bagaimana pelaku, Brigadir Susanto membunuh atasannya di ruangan piket Pelayanan Markas (Yanma) Polda Metro Jaya.

    Rekonstruksi berjalan dengan kawalan ketat petugas polisi. Di ruang Pelayanan Markas, belasan anggota polisi berjaga mengamankan olah perkara. Rekonstruksi berlangsung sejak sekitar pukul 16.00 WIB. (Baca: Motif Menembak Komandan Polisi Dinilai Janggal )

    Ada sekitar 15 adegan yang direka ulang polisi. Menurut juru bicara Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, reka ulang dilakukan mulai dari awal perseteruan dua polisi tersebut, saat penembakan dan seusai terjadinya penembakan.

    Dari pantauan Tempo, Susanto memperagakan adegan saat ia ditegur oleh Pamudji, yang diperankan oleh petugas polisi. Adegan yang bisa disaksikan publik hanyalah adegan peneguran oleh Pamudji terhadap Susanto yang terjadi di luar ruangan piket Pelayanan Markas. Saat itu, Pamudji mengambil senjata api di pinggang Susanto. (Baca: Dua Versi Dugaan Tewasnya AKBP Pamudji)

    Setelah itu, adegan rekonstruksi berlangsung di dalam ruangan Yanma dan berlangsung tertutup. Setelah rekonstruksi di dalam ruangan, Susanto  berlari menuju ruangan Provost Polda Metro Jaya dan mengabarkan bahwa atasannya bunuh diri. Di sana, ia langsung diamankan petugas provost.



    M. ANDI PERDANA

    Terpopuler:
    Ahok Dirikan Klinik Kesehatan di Pasar Juni Nanti

    Bawa IS ke Klinik, Juliana: Dadang Cuma Diam

    Bayi Baru Lahir Tewas Dibunuh Ibunya





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.