Begini Cara Ahli Jerman Cuci Monas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pengunjung mengantri untuk memasuki pintu utama Monumen Nasional, Jakarta (27/2). Libur tiga hari sejak Jum'at kemarin dimanfaatkan warga untuk mengunjungi Monumen Nasional. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Para pengunjung mengantri untuk memasuki pintu utama Monumen Nasional, Jakarta (27/2). Libur tiga hari sejak Jum'at kemarin dimanfaatkan warga untuk mengunjungi Monumen Nasional. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah 22 tahun tidak dibersihkan, Monumen Nasional akhirnya akan dibersihkan lagi pada Mei mendatang. Managing Director Kaercher Indonesia Roland Staehler yang menangani pembersihan Monas mengatakan kegiatan itu melibatkan 20 teknisi ahli dari Jerman dan Indonesia. (Baca: Setelah 22 Tahun, Akhirnya Monas Dibersihkan)

    Roland menjelaskan ada dua tahap pembersihan pada 5-18 Mei nanti. Pertama, 5 Mei mereka akan mulai membersihkan bagian bawah Monas. Pembersihan menggunakan alat Kaercher yang menghasilkan air panas bertekanan tinggi, yaitu seri HDS 6/14 C.

    "Produk ini mudah dioperasikan dan mobile. Karena itu, ideal untuk membersihkan seluruh area bawah dan sudut Monas," ujarnya berpromosi di Balai Kota, Rabu, 2 April 2014. Dia berjanji tidak menggunakan bahan kimia karena bisa mempengaruhi material Monas. Setelah itu, tim akan mengumpulkan sisa air kotor dan mengeringkan area dengan mesin sikat pengering Kaercher seri BD 530 Ep.

    Kedua, pembersihan leher Monas setinggi 132 meter akan dilakukan pada 9 Mei oleh tiga ahli dari Jerman menggunakan teknologi tali pengaman. Saat ini pun mereka menggunakan alat pembersih yang menghasilkan air panas bertekanan tinggi seri HDS 12/18-4 S. Air panas bertekanan tinggi akan keluar dari mesin melalui pipa semprot yang mudah diaplikasikan dalam tekanan rendah di bagian marmer leher Monas.

    Sebagai puncak kegiatan, masyarakat Jabodetabek akan diundang untuk membersihkan kompleks Monas bersama dengan tim ahli dari Kaercher pada 15 Mei dalam acara Monas Fun Cleaning Day with Kaercher. Kegiatan ini, menurut Roland, bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat untuk menjaga, merawat, dan membersihkan monumen bersejarah sebagai warisan budaya Indonesia.

    ATMI PERTIWI

    Topik terhangat:
    MH370 | Kampanye 2014 | Jokowi | Prabowo | Lumpur Lapindo

    Berita terpopuler:
    Macam-macam Teror ke Jokowi 
    Habibie Perkenalkan Pesawat R80 Rancangannya
    Heboh Agnes Pakai 'Popok' di Klip Coke Bottle



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.