Nyaris Naik Bajaj, Ahok Pilih Taksi ke Balai Kota  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menaiki taksi menuju Balai Kota dari kediamannya di Pluit, Jakarta pada hari One Day No Car (4/4). TEMPO/Reza Aditya

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menaiki taksi menuju Balai Kota dari kediamannya di Pluit, Jakarta pada hari One Day No Car (4/4). TEMPO/Reza Aditya

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama--biasa disapa Ahok--mengungkapkan keinginannya naik taksi dari rumahnya menuju Balai Kota pada Jumat, 4 April 2013. "Biar tahu aja berapa lama kalau naik taksi dari rumah ke Balai Kota," kata Ahok di Balai Kota, Jumat, 4 April 2014. (Baca juga: Ahok Naik Taksi ke Balai Kota)

    Dia menceritakan, sebelumnya dia berencana menumpang bajaj biru berbahan bakar gas hari ini. "Tapi rupanya bajaj itu ada trayeknya, jadi enggak boleh," ujarnya. Karena itu, Ahok akhirnya memilih naik taksi. "Karena bisa BBM-an juga, sambil komunikasi dengan dinas-dinas."

    Ahok menggunakan kendaraan umum untuk pergi kerja pada hari ini untuk menjalankan Instruksi Gubernur Nomor 150 tahun 2013 tentang penggunaan kendaraan umum bagi pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Instruksi itu berlaku pada pekan pertama setiap awal bulan. Pada Maret 2014, politikus Gerindra ini memilih menggunakan sepeda dari rumahnya untuk menuju Balai Kota. Sedangkan pada Februari 2014 Ahok menggunakan Bus Kota Terintegrasi Busway untuk bekerja di kantornya yang terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

    Tiba di Balai Kota pukul 08.00 WIB, Ahok bergegas masuk ke ruangannya.

    REZA ADITYA



    Berita Lainnya:
    Lautan Luas Ditemukan di Bawah Es Bulan Saturnus
    NasDem Terbanyak Punya Caleg Seksi
    Ahok: Tidak Bisa Golput, Nih


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.