Kronologi Kecelakaan Maut di Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. belovedcars.com

    Ilustrasi. belovedcars.com

    TEMPO.COBekasi - Kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 22 mengarah ke Jakarta di Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi, Jumat siang, 4 April 2014. Tiga orang tewas dan seorang kritis dalam peristiwa tersebut. (baca: Kecelakaan di Tol Jakarta-Cikampek, 3 Tewas)

    Para korban tewas adalah Salman Alfarizi, 22 tahun; M.A. Aher Noval Alkatiri, 28 tahun; dan Haidar, 32 tahun. Sedangkan korban kritis ialah Asap Bawazir. Para korban merupakan penumpang Nissan Grand Livina bernomor polisi B-126-NY.

    Kepala Unit I Patroli Jalan Raya Tol Jakarta-Cikampek Inspektur Satu Ahmad Jajuli menjelaskan dari hasil penyelidikan sementara, peristiwa itu berawal mobil minibus yang dikemudikan oleh Salman Alfarizi melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Cikampek menuju Jakarta.

    Ketika memasuki Kilometer 22, kendaraan tersebut menyalip sebuah kendaraan dari bahu jalan. Namun di bahu jalan itu ternyata ada truk yang sedang berhenti. Seketika, mobil nahas itu menabrak bagian belakang truk.

    "Mobil mengalami kerusakan parah, atap sampai terbuka," kata Jajuli, Jumat, 4 April 2014. Sedangkan truk yang ditabrak langsung kabur. Polisi yang datang ke lokasi hanya menemukan mobil korban dan sisa kecelakaan.

    Pihaknya mengaku sudah melimpahkan kasus kecelakaan tersebut ke Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polresta Bekasi Kabupaten untuk penyelidikan lebih lanjut. "Kendaraan korban sudah kami amankan," ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bekasi Kabupaten Komisaris Ojo Ruslani.

    ADI WARSONO

    Berita Lainnya:
    Relawan Jokowi Ada di 31 Negara
    Jokowi: Kampung Deret Petogogan Mirip Apartemen  
    Lagi, Ahok Nyaris 'Bayar Parkir di Garasi Sendiri'  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.