Kecelakaan Tol Cikampek, Polisi Buru Truk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kecelakaan mobil. TEMPO/Ary Setiawan

    Ilustrasi kecelakaan mobil. TEMPO/Ary Setiawan

    TEMPO.CO, Bekasi -- Satuan Lalu Lintas Polresta Bekasi Kabupaten mencari identitas truk yang ditabrak mobil Nissan Grand Livina B-126-NY. Dalam insiden kecelakan itu, tiga penumpang Grand Livina tewas, dan seorang kritis.

    "Truk yang ditabrak belum diketahui. Lagi dicari identitasnya," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bekasi, Komisaris Ojo Ruslani, Jumat, 4 April 2014. Karena itu, pihaknya masih melakukan pengembangan ihwal peristiwa kecelakaan tersebut.

    Ia mengatakan, korban kritis, Asap Bawazir, 18 tahun, belum dapat dimintai keterangan, karena masih perawatan intensif tim medis di Rumah Sakit Hermina, Tambun, Kabupaten Bekasi. "Kami masih mendalami," kata Ojo.

    Kepala Unit I Patroli Jalan Raya Tol Jakarta-Cikampek, Inspektur Satu Ahmad Jajuli, menambahkan, hasil penyelidikan sementara diketahui kendaraan Nissan Grand Livina melaju dengan kecepatan 110 Kilometer per jam sebelum menabrak truk yang terparkir di bahu jalan.

    Kendati kecepatannya tinggi, mobil naas itu mengalami kerusakan parah. Bahkan atap sampai lepas, sedangkan mobil ringsek. Korban tewas karena benturan keras di dalam mobil, serta kejepit. "Lukanya cukup parah," kata dia.

    Seperti diketahui, Salman Alfarizi, 22 tahun, MA Aher Noval Alkatiri 28 tahun, dan Haidar 32 tahun tewas dalam kecelakaan. Sedangkan, korban kritis ialah Asap Bawazir. Para korban merupakan penumpang Nissan Grand Livina B-126-NY. (Baca: Kronologi Kecelakaan Maut di Jalan Tol Jakarta-Cikampek)

    ADI WARSONO

    Berita Lainnya:
    Jadwal KRL dari Stasiun UI Normal Setelah 5 Jam Terganggu
    KRL Terganggu, Seratus Penumpang Kembalikan Tiket
    Kenapa Monas Tak Dibersihkan Seperempat Abad?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.