Siapa Kaercher, Ahli Jerman yang Memandikan Monas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andong membawa pengunjung berkeliling di kawasan Monas, Jakarta, (1/1). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Andong membawa pengunjung berkeliling di kawasan Monas, Jakarta, (1/1). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Monas akhirnya akan dibersihkan pada 5-18 Mei 2014 nanti, setelah 22 tahun tak tersentuh. Perusahaan yang akan membersihkan Monas adalah Kaercher dari Jerman. (Baca: Kenapa Monas Tak Dibersihkan Seperempat Abad?)

    Kaercher merupakan penyedia jasa kebersihan yang sudah berdiri selama puluhan tahun. Pendiri Kaercher adalah Alfred Kaercher, seorang pengusaha dan inventor luluan sekolah teknik di Stuttgart, tempat asal produsen mobil Porsche dan Mercedes Benz. Kaercher pertama kali terjun ke layanan kebersihan pada 1950. Pertama kali Kaercher memperkenalkan penyemprot air panas bertekanan tinggi. Teknologi itu bertahan sampai sekarang meskipun terus mengalami modifikasi. (Baca: Begini Cara Ahli Jerman Cuci Monas)

    Alfred tak menduga temuannya begitu digemari. Jasa kebersihan Alfred sampai diminati banyak orang sehingga perusahaannya berkembang pesat. Sayang, sang penemu wafat pada 1959, ketika jasa kebersihannya belum genap berusia satu dekade. Sepeninggal Alfred, Kaercher dilanjutkan oleh istrinya, Irene. Di tangan Irene, perusahaan berkembang hingga keluar daratan Jerman.

    Sejak 1962 atau tiga tahun sepeninggal Alfred, Kaercher berturut-turut membuka cabang dan pabrik di Prancis, Austria, Swiss, hingga Brazil. Total hanya butuh 10 tahun bagi Irene untuk mengembangkan Kaercher dari Eropa hingga Amerika, Afrika, dan Australia. Per tahun 2012, Kaercher sudah memiliki perwakilan di 57 negara, tak terkecuali di Indonesia. Jumlah pusat pelayanannya pun mencapai 40.000 buah.

    Sebagai penyedia jasa kebersihan, program tanggung jawab sosial Kaercher pun tak jauh dari kata bersih-bersih. Lewat program Kaercher Cleans The World, Kaercher menawarkan diri membersihkan bangunan-bangunan bersejarah di dunia.

    Tidak sedikit bangunan atau tempat bersejarah yang telah dibersihkan Kaercher. London Eye di Inggris, Potemkin Steps di Odessa, serta Mount Rushmore di Amerika adalah sebagian tempat bersejarah yang mereka bersihkan. Bangunan terbaru yang akan mereka bersihkan adalah Monas. (Baca: Ahok: Setelah 22 Tahun, Akhirnya Monas Dibersihkan)

    Managing Director Kaercher Indonesia Roland Staehler yang menangani pembersihan Monas mengatakan Monas akan ditangani 20 teknisi ahli dari Jerman dan Indonesia. Adapun tahapannya, menurut dia, akan dimulai dengan membersihkan bagian bawah Monas pada 5 Mei 2014.

    Kemudian, membersihkan leher Monas setinggi 132 meter dilakukan pada 9 Mei 2014 oleh tiga ahli dari Jerman. Para ahli itu membersihkan dengan menggunakan teknologi tali pengaman. Sebagai puncak kegiatan, masyarakat akan diundang untuk membersihkan kompleks Monas bersama dengan tim ahli dari Kaercher pada 15 Mei 2014 dalam acara Monas Fun Cleaning Day with Kaercher.

    ISTMAN MP

    Berita Lainnya:
    40 Selebritas Ini Bertarung di 'Dapil Neraka'
    Popularitas Turun, Demokrat Jatim Tetap Optimistis
    Sidik Adik Atut, KPK Kembali Periksa Selebritas
    Kronologi Kecelakaan Maut di Jalan Tol Jakarta-Cikampek


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.