Kaercher Pencuci Monas Akan Buka Gerai di Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengunjung bermain layang-layang di kawasan Monas, Jakarta, (1/1). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Seorang pengunjung bermain layang-layang di kawasan Monas, Jakarta, (1/1). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kaercher Indonesia akan membersihkan Monumen Nasional (Monas) pada 5-18 Mei 2014. Pembersihan itu akan melibatkan 20 teknisi ahli asal Jerman dan Indonesia. Siapakah Kaercher?

    Managing Director Kaercher Indonesia Roland Staehler menjelaskan, Kaercher adalah sebuah perusahaan Jerman yang didirikan pada 1935. "Kaercher adalah pemimpin pasar dunia dalam teknologi pembersihan dan peralatan," kata Roland kepada Tempo, Jumat, 4 April 2014.

    Kaercher Indonesia atau PT Karcher merupakan anak perusahaan Kaercher yang didirikan pada 2013. "Dan telah menjadi unit operasional pada 2014 dengan kantor pusat di Sudirman Park, Jakarta Pusat," ujarnya.

    Setelah membersihkan Monas, tepatnya pada 19 Mei 2014, Kaercher akan membuka Kaercher Center di Jakarta. "Kaercher Center untuk pelayanan dan showroom kami akan segera dibuka," katanya. (Baca: Ditanya Biaya Memandikan Monas, Kaercher: Signifikan)

    Kaercher Indonesia akan membersihkan Monas setelah 22 tahun monumen itu tidak dibersihkan. Pembersihan itu akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, pada 5 Mei mereka akan mulai membersihkan bagian bawah Monas. Pembersihan menggunakan alat Kaercher yang menghasilkan air panas bertekanan tinggi, yaitu produk seri HDS 6/14 C. Setelah itu, tim akan mengumpulkan sisa air kotor dan mengeringkan area dengan mesin sikat pengering Kaercher seri BD 530 Ep.

    Kemudian, tahap kedua, yakni pembersihan leher Monas yang tingginya 132 meter, akan dilakukan pada 9 Mei 2014 oleh tiga ahli asal Jerman menggunakan teknologi tali pengaman. Air panas bertekanan tinggi akan keluar dari mesin melalui pipa semprot yang mudah diaplikasikan dalam tekanan rendah pada bagian marmer leher Monas. (Baca: Dibersihkan Kaercher, Monas Hanya Buka Separuh)

    AFRILIA SURYANIS



    Berita Lainnya:
    Ditanya Biaya Memandikan Monas, Kaercher: Signifikan
    Polisi Bogor Antisipasi Macet Parah Senin
    Pengemudi Honda Jazz Tak Terbukti Tabrak Lari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.