Banjir 1,5 Meter, Warga Kampung Pulo Santai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membersihkan barang-barang paska terendam banjir di Kampung Pulo, Jakarta, (23/1). TEMPO/Subekti

    Warga membersihkan barang-barang paska terendam banjir di Kampung Pulo, Jakarta, (23/1). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak tujuh RW dari delapan RW di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, terendam banjir. Banjir ini disebabkan naiknya muka air di Bendungan Katulampa, Bogor. Ketinggian muka air mencapai 110 sentimeter atau siaga 3, Sabtu sore, 5 April 2014.

    Berdasarkan pantauan Tempo di Gang V Kampung Pulo, puluhan warga tetap beraktivitas meski banjir setinggi 150 sentimeter merendam RT 03 dan 04 RW 03. Ketua RT 04 Usep Tahrudin menyempatkan diri untuk berolahraga pagi. "Lari pagi dulu tadi, kan rumah lagi kedatangan tamu dari Bogor (banjir)," kata Usep di Gang V Kampung Pulo, Ahad, 6 April 2014.

    Usep mengaku telah terbiasa dengan banjir yang disebutnya "tamu dari Bogor" itu. "Ya sudah sering kan, jadi biasa saja. Hari ini dibersihkan besok datang lagi tamunya," ujar dia.

    Warganya pun tetap bekerja di Pasar Mester Jatinegara. Pria yang disebut Bang Gondrong, 45 tahun, ini tampak sibuk memarkirkan kendaraan pengunjung di Jalan Jatinegara Barat. Ahad ini, kendaraan motor tampak memenuhi sisi kiri Jalan Jatinegara Barat.

    Ini bukan karena banyak pengunjung pasar, melainkan karena warga Kampung Pulo yang rumahnya terendam banjir memarkirkan kendaraan di situ. "Rumah banjir semeter lebih, tapi nanti juga kan pasti surut. Jadi ya biarin saja," kata warga RT 04 ini.

    Sebanyak dua perahu yang terbuat dari gabus digunakan warga untuk beraktivitas keluar rumah. Sebab, warga masih bertahan di lantai dua rumahnya. "Keluar beli makan, nanti pulang lagi. Kan, lantai duanya enggak kena banjir," Shinta, 24 tahun.

    Warga RT 03 ini mengaku sudah terbiasa dengan banjir yang sering mampir ke rumahnya. "Namanya dari kecil di sini, jadi udah biasa saja. Kalau surut banjirnya dibersihkan, kalau banjir, kami langsung naik-naikin barang."

    Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangestu, mengatakan sebanyak 1.508 keluarga dengan 3.427 jiwa terkena banjir. Banjir merendam rumah warga di tujuh RW dengan 47 RT di radius 15 meter dari bantaran Kali Ciliwung. "Ketinggian banjir 30-150 sentimeter. Sementara jumlah pengungsi nihil," ujar dia.

    AFRILIA SURYANIS

    Topik terhangat:
    MH370 | Kampanye 2014 | Jokowi | Prabowo | Lumpur Lapindo

    Berita terpopuler:
    Ahok: Blusukan ke Masyarakat Tiru Metode Yesus 

    KPK: Status Rano Karno Tergantung Vonis Wawan 

    Ditawari Suap, Ahok Diancam Istri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.