Ribuan Ekspatriat di Jababeka Bakal Dirazia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 22 Warga Negara Asing yang diamankan di Pontianak. Tempo/Aseanty Pahlevi

    22 Warga Negara Asing yang diamankan di Pontianak. Tempo/Aseanty Pahlevi

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi akan menertibkan Warga Negara Asing ilegal di wilayah itu.

    Kepala Bidang Pendaftaran dan Mobilitas Penduduk pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bekasi, Meman Sulaeman mengatakan, banyak warga negara asing atau ekspatriat yang bekerja di kawasan industri yang belum mempunyai surat tinggal sementara."Yang tercatat saat ini sekitar 900-1000 warga asing di Kabupaten Bekasi," kata Meman, Ahad, 6 April 2014.

    Padahal kata dia, kenyataan di lapangan menunjukkan angka yang jauh dari data tadi. Di kawasan industri Lippo Cikarang dan Jababeka misalnya, hampir semua pemilik perusahaan dan pengelolanya berkewarganegaraan asing. "Mungkin saat ini jumlahnya mencapai ribuan," kata Meman.

    Meman berujar Pemerintah Kabupaten Bekasi akan menggelar razia untuk mendata warga asing yang bekerja di kawasan industri maupun tinggal di wilayahnya. Setelah melakukan razia dan pendataan terhadap para ekspatriat tersebut, nantinya data itu akan digunakan sebagai dasar untuk mengeluarkan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT).

    Meman menambahkan, razia tersebut dilakukan agar semua warga asing tertib secara administrasi. Jika setelah razia masih ada warga asing yang ketahuan tidak memiliki izin tinggal, maka ekspatriat itu akan mendapat teguran.

    ADI WARSONO

    Topik terhangat:
    MH370 | Kampanye 2014 | Jokowi | Prabowo | Lumpur Lapindo

    Berita terpopuler:
    Kisah Foto Muhtar Ependy di Ruangan Akil Mochtar

    Nip Slip Agnes Monica di Video Coke Bottle

    Juan Mata Rayakan Gol dengan Teman Berewoknya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.