Jatah KJP di SMA Diserobot Partai?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga yang mayoritas terdiri dari para ibu mengantri pencairan dana KJP di Kantor Cabang Bank DKI  Johar Baru, Jakarta (18/7). TEMPO/Subekti.

    Sejumlah warga yang mayoritas terdiri dari para ibu mengantri pencairan dana KJP di Kantor Cabang Bank DKI Johar Baru, Jakarta (18/7). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Jatah Kartu Jakarta Pintar (KJP) di SMA 76 Jakarta diduga dicaplok oknum partai politik. Caranya, kata Kepala SMA 76 Jakarta Retno Listyarti, oknum partai politik itu mengajukan nama siswa yang tak berhak menerima KJP.

    "Saya kaget ternyata ada 17 nama siswa penerima KJP yang diajukan orang partai," kata Retno kepada Tempo, Ahad, 6 April 2014. Padahal jatah penerima KJP di sekolah itu sebanyak 28 siswa untuk kelas X.

    Menurut Retno, oknum partai itu mengajukan langsung nama siswa ke Dinas Pendidikan. Padahal, wewenang pengajuan nama siswa penerima KJP harus dilakukan oleh sekolah. Untuk memastikan penerima KJP adalah siswa yang benar-benar membutuhkan, sejumlah prosedur ketat dilakukan sekolah.

    Retno menjelaskan, jatah 28 siswa penerima KJP untuk SMA 76 di tahun ini diberitahukan Dinas Pendidikan melalui surat edaran ke sekolah. Setelah mendapat surat edaran, pihak sekolah pun mengumumkan ke para siswa untuk mengajukan permohonan mendapat KJP.

    Para siswa harus mengisi formulir yang berisi latar belakang ekonomi keluarga. Di situ, kata Retno, antara lain berisi status rumah, tagihan listrik, dan jumlah penghasilan orang tua. Pihak sekolah kemudian mewawancarai siswa untuk menggali lebih dalam mengenai latar belakangnya.

    Tak cukup sampai di situ, pihak sekolah mengutus guru untuk mengunjungi kediaman para siswa. "Untuk memastikan penerima KJP nantinya adalah siswa yang sangat membutuhkan," kata Retno.

    Prosedur berlapis yang dilakukan sekolah pun kelar. Sebagai kepala sekolah, Retno mendapatkan 28 nama siswa calon penerima KJP ke Dinas Pendidikan. Alangkah terkejutnya ketika dia diberitahu dinas bahwa jatah penerima KJP kini tersisa 11 siswa. Alasannya, sebanyak 17 nama siswa lainnya telah diajukan oknum partai. "Ini menunjukan adanya tekanan partai ke Dinas Pendidikan," kata Retno.

    Dari nama-nama siswa yang diajukan oknum partai itu, kata Retno, mayoritas adalah siswa yang tidak pantas menerima KJP. Sebab, kebanyakan nama tersebut tidak sama dengan hasil yang didapatkan pihak sekolah.

    AMIRULLAH

    Topik terhangat:
    MH370 | Kampanye 2014 | Jokowi | Prabowo | Lumpur Lapindo

    Berita terpopuler:
    Ahok: Blusukan ke Masyarakat Tiru Metode Yesus 

    KPK: Status Rano Karno Tergantung Vonis Wawan 

    Ditawari Suap, Ahok Diancam Istri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.